Advertisement

Universitas Gadjah Mada

Didirikan di Yogyakarta (19 Desember 1949) Di alam kemerdekaan, universitas yang pertama didirikan oleh Pemerintah RI adalah Universitit Negeri Gadjah Mada (UNGM) di ‘Yogyakarta pada 19 Desember 1949. Universitit Negeri Gadjah Mada merupakan gabungan dari tiga perguruan tinggi, yaitu :

Advertisement
  1. Perguruan Tinggi Kedokteran bagian preklinik di Klaten yang telah ada sejak 5 Maret 1946 dan Perguruan Tinggi Kedokteran bagian klinik di Surakarta yang berdiri pada 4 Maret 1946. Keduanya merupakan pindahan Perguruan Tinggi Kedokteran Jakarta milik Pemerintah RI.
  2. Perguruan Tinggi Teknik di Yogya yang telah acIA sejak 12 Pebruari 1946 yang diupayakan oleh Pemerintah RI merupakan pindahan Sekolah Tinggi Teknik Bandoeng
  3. Balai Perguruan Tinggi Gadjah Mada di Yogyakarta (institusi swasta) yang telah ada sejak 3 Maret 1946 terdiri dari fakultas hukum dan fakultas sastra.

Ketiga institusi ini bergabung menjadi Universitit Negeri Gadjah Mada dengan Pemerintah RI yang beribu-kota di Yogyakarta sebagai pendirinya. Saat berdirinya Universitit Negeri Gadjah Mada, Pemerintahan di Indonesia adalah pemerintahan transisi, Republik Indonesia dipimpin oleh Acting Presiden RI, Mr. Assaat sedangkan Menteri PP&K-nya adalah Ki Sarmidi Mangunsarkoro.Sehari setelah lahirnya Universitit Negeri Gadjah Mada, pada tanggal 20 Desember 1949 berdirilah Republik Indonesia Serikat di mana didalamnya ada RI Yogya. Pengakuan kedaulatan RIS dari Pemerintah Belanda baru pada 27 Desember 1949. Universitas Gadjah Mada (yang saat ini mempunyai 18 fakultas) merasa bangga sebagai universitas perjuangan di mana tidak pernah ada pengajarnya yang berkebangsaan Belanda – dengan demikian satu-satunya bahasa pengantar dalam perkuliahan adalah bahasa Indonesia,walau pada saat berdirinya masih banyak menggunakan istilah dalam bahasa Belanda.

Advertisement