Advertisement

Pendidikan tinggi modern di Indonesia mulai diselenggarakan sebagai pelaksanaan politik etis pemerintah Hindia Belanda. Dimulai dengan berdirinya Technische hogeschool (THS) atau sekolah tinggi teknik di Bandung pada tahun 1920— sekarang menjadi ITB. Disusul kemudian dengan didirikannya Recht hogeschool (RHS) atau sekolah tinggi hukum di Jakarta pada tahun 1924. Sekolah tinggi kedokteran atau Geneeskundige hogescliool (GHS) didirikan di Jakarta pada tahun 1927 menggantikan sekolah dokter STOVIA yang tingkatannya bukan pendidikan tinggi, sebagai upaya peningkatan mutu dokter. Semua perguruan tinggi di kala jaman penjajahan Belanda diselenggarakan oleh pemerintah Hindia-Belanda kecuali THS saat berdirinya yang dilakukan oleh badan swasta Koninglijk Instituut van Hooger Technisch Onderwijs in Nederlandsch-Indie.

Di jaman pendudukan bala tentara Nippon, perguruan tinggi yang telah ada dilanjutkan dengan nama Djakarta Ika Daigaku untuk Sekolah Tinggi Kedokteran dan Bandoeng Kogyo Daigaku untuk sekolah tinggi teknik, semuanya diupayakan oleh pemerintah bala tentara Dai Nippon. Satu-satunya perguruan tinggi yang didirikan oleh swasta adalah Sekolah Tinggi Islam yang didirikan pada tanggal 8 Juli 1945 di Jakarta. Pada saat ibukota RI pindah ke Yogya, Sekolah Tinggi Islam ini juga ikut hijrah ke Yogyakarta dan akhirnya menjadi Universitas Islam Indonesia sampai kini.

Advertisement

Advertisement