Advertisement

Derajat Akademik dan Sebutan Akademik,  Sekarang ini seorang yang lulus dari perguruan tinggi bisa mendapat :

  • Derajat akademik
  • Sebutan profesional
  • Sebutan profesi

Derajat akademik diberikan kepada lulusan pendidikan akademik baik dari sekolah tinggi, institut maupun universitas. Tidak banyak universitas yang tetap menggunakan istilah derajat akademik, kebanyakannya menyebutnya gelar akademik

Advertisement

 

Sejarah Derajat (Degree) menjadi gelar

Pada mulanya gelar akademik tidak dikenal di perguruan tinggi, yang ada ialah derajat atau degree. Entah apa penyebabnya di Indonesia derajat akademik atau degree diubah istilahnya menjadi gelar akademik atau titel. Yang dimaksud dengan derajat akademik (basic kind of degree) adalah sebutan Ph.D., Bachelor, Master, Doktor, Drs, Ir, Mr.

Terjemahan gelar dalam bahasa Inggris ialah title atau titel, contoh yang termasuk gelar adalah Datuk Maringgih, Datuk Manjinjing Alam, Tuanku Panghulu Nan Sati, Raden Mas, Raden Ayu, Andi, Tubagus, Laode, dan masih banyak lagi yang lain.

Berbeda dengan gelar yang penggunaannya bisa di segala waktu dan tempat, derajat akademik dipergunakan hanya bila ada kaitannya dengan tugas dan jabatan. Ketika di pasar mungkin saja ada orang bertanya “Mau cari apa Tuanku Panghulu?” atau “Berasnya yang tumbuk atau yang giling Den Ayu?” dan tidak pernah terdengar “Mau kemana doktorandus” Bila ada orang berkata “Ya dokter, semalam dia demarn” kata dokter di sini bukan degree tetapi sebagai jabatan atau profesi dokter.

Pada awalnya, penggunaan gelar atau degree ditujukan hanya untuk kepentingan kalangan kampus saja, tidak untuk dibawa-bawa ke kehidupan masyarakat um.um. Untuk kepentingan kampus perguruan tinggi, gelar diperlukan sebagai tanda kewenangan mengajarkan keahliannya atau sebagai licentia docendi. Kewenangan mengajar yang dahulunya bersifat lokal lama-kelamaan menjadi berlaku lebih luas yang kemudian disebut ius ubique docendi (hak untuk mengajar di manapun). Perguruan tinggi yang pertama kali memberikan gelar adalah perguruan tinggi Bologna di Itali untuk ilmu hukum. Derajat doctor berasal dari bahasa latin docere yang berarti mengajar atau memberikan doktrin, begitu juga arti derajat magister, mengajar. Derajat yang diberikan oleh perguruan tinggi biasanya diterimakan beserta dengan ijazah atau diploma.

Walau Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No. 036/H/1993 menggunakan istilah gelar untuk padanan degree, Universitas Gadjah Mada tetap menggunakan istilah derajat.

Kebiasaan kebanyakan orang di Indonesia dalam menulis sebutan serta derajat di depan atau di belakang namanya telah melampaui kebutuhan. Tentu sangat berlebihan dan tidak tepat bila menulis nama seperti R.M. Sengkuni, BSc., MSc., Ph.D., cukuplah R.M. Sengkuni, Ph.D., bukankah BSc. dan MSc. –nya adalah jenjang persyaratan untuk mencapai Ph.D., kecuali bolehlah bila BSc dan MSc-nya tidak sebidang ilmu dengan Ph.D. nya.

Dalam melamar pekerjaan, seseorang sebaiknya menyebutkan semua sebutan dan derajat akademiknya dalam curriculum vitae-nya, akan tetapi tidak layak menulis sebutan tersebut ketika mendaftar untuk membeli karcis kereta api.

Di lingkungan kita, saking ingin memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada seorang tokoh, orang memberi nama suatu jalan dengan nama orang yang dihormati tadi dengan seluruh derajat akademiknya, sebagai contohnya Jalan Tol Professor Dr. Ir. Wiyoto ‘Wiyono, IV1Sc. Tentu akan lebih mudah mengucapkannya bila jalan tol tadi diberi nama Jalan Tol Wiyoto Wiyono

Advertisement