Advertisement

Psikologi Sosial adalah ilmu pengalaman dalam kaitannya dengan, Stimulus sosial atau rangsang sosial yang dimaksud di sini bukan hanya orang-orang lain yang mengadakan interaksi sosial dengan si pelaku, melainkan dapat berupa benda-benda dan halhal lain yang bernilai sosial dan mempengaruhi perilaku orang secara sosial pula. Misalnya, sebuah mesjid, walaupun hanya berupa bangunan biasa, mempunyai nilai sosial tertentu sehingga orang selalu membuka sepatu atau sandalnya jika akan memasukinya. Mesjid ini tergolong stimulus sosial. Hal yang sama terjadi pada merah putih yang dihormati anak sekolah dan tentara setiap upacara. Ada peraturan-peraturan, undang-undang, norma; tata-krama, dan sebagainya yang menyebabkan orang harus befperilaku secara tertentu.

Untuk memudahkan kita mengenali stimulus sosial yang sangat beragam jenisnya itu, Sheriff Muzfer (1956) menggolong-golongkan stimulus sosial sebagai berikut.

Advertisement

1. Orang lain

a. Orang atau orang-orang lain sebagai stimulus atau stimuli (orang tua, saudara, tetangga, kenalan, dan sebagainya) yang ada di sekitar kita.

b. Kelompok sebagai stimulus atau stimuli

1) dalam interaksi dalam kelompok, misalnya pada seorang anak yang menghadapi orang tua dan kakakadiknya dalam sebuah kelompok keluarga, atau seorang anggota perkumpulan dalam menghadapi anggota yang lain, pengurus, atau pimpinan organisasi;

2) dalam interaksi antarkelompok: tim sepak bola lawan pada sebuah kompetisi sepak bola, kelompok mahasiswa dengan pemerintah, divisi pemasaran dan divisi produksi dalam sebuah perusahaan, kelompok transmigran dan penduduk asli dalam proyek transmigrasi, kelompok petugas lalu lintas dan kelompok pengemudi kendaraan umum, dan sebagainya;

3) situasi interaksi bersama (kolektif): publik, penonton (audience), kerumunan (crowd), kerusuhan (riod), geiombolan (mob), dan unjuk rasa (rally).

 

2. Produk kultural (budaya)

4) material: gereja, patung, berlian, uang, busana, dan sebagainya.

5) non-material: upacara perkawinan, sistem kekerabatan, organisasi politik, agama, konsep tentang manusia, tentang demokrasi, hak asasi, dan sebagainya.

Advertisement