Advertisement

Prosedur Micro Teaching, Prosedur Micro teaching atau urutan kegiatan Micro teaching sebagai berikut:

1).           Diskusi dan analisa macam-macam ketrampilan menga-jar.

Advertisement

2).           Model

3).           Tugas untuk Micro teaching dan penyusunan persiapan

4).           a. Praktek Micro teaching

  1. Observasi dan pencatatan

5).           Feed-back

6).           Mengubah/memperbaiki persiapan mengajar

7).           a. Praktek Micro teaching ulang

  1. Observasi dan pencatatan lagi.

8).           Sama dengan tahap ,C. 5. yaitu feed-back

 

 

Di bawah ini akan diuraikan langkah demi langkah:

 

1). Diskusi dan analisa macam-macam ketrampilan

—           Dilakukan oleh anggota kelompok yang terlibat da-lam Micro teaching

—           Tujuan: mengidentifisir/menemukan berbagai ketrampilan khusus mengajar yang mungkin akan dijadikan pokok latihan dalam Micro teaching.

—           Bahan Diskusi: dapat berdasarkan pengalaman, anali-sa hasil observasi dari demonstrasi seorang guru.

—           Menetapkan ketrampilan khusus yang akan dijadikan sasaran latihan.

 

2). Model: sebagai contoh penampilan ketrampilan

—           Model penampilan ketrampilan khusus yang telah dijadikan sasaran latihan, yang kiranya merupakan penampilan yang dianggap mendekati kualitas maksi-mal, sehingga dapat ‘ ditiru atau dijadikan pedoman untuk menyusun kriteria penilaian.

—           Dapat diberikan secara:

  1. Tertulis (written model), yang menjelaskan dengan contoh-contoh
  2. Demonstrasi oleh seorang guru (demonstration models).
  3. Dengan alat:

—           Audio model-tape recorder

—           Video model-VTR (Video Tape Recorder).

 

3). Tugas untuk Micro teaching dan Penyusunan Persiapan

—           Tugas mengajar yang perlu mendapat latihan. Misal-nya: “Berilah pelajaran membaca dalam hati (comprehension reading) di kelas V dengan sebanyak mungkin menerapkan pertanyaan-pertanyaan menggali. Waktu 10 menit.

Membuat persiapan mengajar, menentukan materi, waktu, pertanyaan-pertanyaan (lihat lampiran 3).

 

4).a. Praktek Micro teaching: dengan memperhatikan:

—           Murid

—           Waktu   terbatas

—           Bahan

— Murid: terbatas jumlahnya, dipilih anak yang aktif responsif. Bisa pinjam murid atau teman calon guru (role playing)

–              Tempat: dimana saja yang tidak terganggu, ada

tempat cukup untuk observasi yang tidak meng-ganggu kegiatan mengajar-belajar.

— Alat: disediakan sebelumnya.

4).b. Observasi dan Pencatatan oleh:

—           Dosen pembimbing

—           guru pamong

—           Calon guru

— .Dilaksanakan bersamaan dengan praktek Micro-teaching.

–              Pencatatan yang obyektif dapat menggunakan:

— Daftar              isian,      questionnaire,  evaluation-sheet,

dan sebagainya.

— Alat pencatatan mekanis: tape recorder (suara

guru dan murid harus terekam), VTR.

 

5).           Feed-back

Diskusi, kritik, dan evaluasi

Dilaksanakan setelah praktek micro teaching, setelah murid-murid yang dipinjam kembali.

— Fungsi diskusi sebagai feed-back, maka perlu sikap terbuka bagi calon praktek dan motivasi untuk memperbaiki.

 

6). Mengubah/memperbaiki Persiapan Mengajar

—           Atas dasar feed-back, maka calon memperbaiki per-siapan mengajarnya.

 

7).a. Praktek Micro teaching ulang

—           Seperti pada tahap IV, hanya murid berbeda

—           Bahan sama

—           Pertanyaan sama.

7).b. Observasi dan pencatatan dilakukan lagi 8). Sama dengan tahap C.5.

—           Terutama menyoroti perbaikan-perbaikan yang telah dicapai oleh calon guru. Bila belum, maka diulang lagi, dari mengubah/memperbaiki persiapan praktek ulang-diskusi.

 

Catatan: Jika perlu, maka sebelum tahap C.6 (meng-ubah memperbaiki persiapan), bisa diberi model lagi, supaya calon lebih mengerti, menyadari kelemahan dan mendapat pegangan lebih jelas.

 

Demikianlah secara terperinci, telah diuraikan Prosedur Ke-giatan Micro teaching.

 

Advertisement