Advertisement

Proporsi dalam Bentuk Grafis, Kita dapat menggambarkan keproporsionalan hubungan yang ditandai oleh istilah “tak bersuara’ “bersuara”, “sengau”, “bilabial”, “labiodental”, “apikal”, “desis”, “frikatif”, “palatal” dan “dorsovelar”, dengan menempatkan satuan-satuan yang ditandai oleh salah satu ciri itu pada garis yang sama, yang horisontal atau vertikal.

Sengaja ciri-ciri penting yang ditemukan tidak ditampilkan: “bukan sengau” atau “lateral” misalnya. Ciri-ciri itulah yang menanĀ­dai fonem-fonem yang tidak masuk dalam proporsi, seperti /1/ dan /r/ atau yang akan memunculkan beberapa fonem (/b d/) dua kali.

Advertisement

Advertisement