Advertisement

PLASMOLISIS DAN TURGOR, Marilah kita perhatikan kelakuan sebuah sel jika diletakkan dalam air murni dan dalam larutan yang berisi bahan terlarut dalam berbagai konsentrasi yang tidak beracun bagi protoplasma dan yang tidak mudah melewati selaput hidup. Sebuah contoh bahan terlarut seperti itu ialah sukrosa. Misalkan sel itu mula-mula dicelupkan ke dalam larutan sukrosa yang lebih pekat daripada cairan vakuola. Sekiranya sitoplasma sama sekali tak permeabel terhadap bahan terlarut, baik yang ada di dalam maupun di luar sel, larutan vakuola akan lebih besar (yaitu kurang negatif) daripada iV larutan luar, sehingga air akan berdifusi ke luar. (Ingatlah bahwa seperti dijelaskan pada bab yang lalu, nilai berkurang jika konsentrasi bahan terlarut meningkat.) Sebagai akibat dari aliran air ke luar, vakuola tengah akan mengerut dan protoplasma serta dinding sel yang menempel juga akan mengerut bersama vakuola itu. Jika penurunan volume vakuola itu besar sekali, protoplasma akan terlepas dari dinding sel. Waktu mengerut itulah protoplasma aan mengalami serangkaian bentuk tidak beraturan.

Advertisement
Advertisement