Advertisement

PERTUMBUHAN SEKUNDER DALAM AKAR, Akar-akar sebagian besar dikotil berkayu membesar karena pertumbuhan sekunder dan, seperti halnya dengan batang, ini merupakan akibat perkembangan dan kegiatan berikutnya dua meristem lateral, yaitu kambium pembuluh dan felogen. Bila telah terbentuk sepenuhnya, dua meristem ini mempunyai struktur dan fungsi yang sama seperti meristem dalam batang. tetapi cara meristem-meristem tersebut terbentuk dalam akar berbeda dengan yang ada dalam batang karena susunan jaringan-jaringan primer dalam dua organ tersebut berbeda. Dalam akar, kambium pembuluh timbul antara lajur-lajur floem dan inti pusat xilem (  6.18) dan di sini pita-pi parenkima perantara melanjutkan kegiatan meristematikm dan membentuk deretan sel (yaitu xilem sekunder ke a dalam dan floem sekunder ke arah luar). Kegia meristematik ini kemudian menyebar ke samping kepingan-kepingan kambium yang pertama terbentuk ke arah :–rotoxilem sampai dua tepi masing-masing kepingan bertemu dengan lingkaran tepi. Kepingan-kepingan kambium yang :erisolasi kemudian bergabung bersama menjadi satu lapisan menerus ketika sel lingkaran tepi di luar protoxilem juga menjadi meristematik. Karena pembentukannya seperti itu, 7.1aka kambium pembuluh semula tergulung (bentuknya sama seperti lajur primer di pusat), tetapi karena xilem sekunder dibentuk dan menjadi aktif pertama kali di hadapan lajur-lajur floem primer, kambium pembuluh tidak lama kemudian menjadi bundar. Pada dasarnya kambium pembuluh yang telah terbentuk sepenuhnya tidak berbeda dari kambium pembuluh dalam batang; kambium ini membelah ke arah tangensial (periklinal) untuk membentuk xilem sekunder ke dalam dan floem sekunder ke luar dan membelah ke arah radial antiklinal) untuk menambah keliling batang. Penting juga untuk dicatat bahwa dalam berbagai akar, bidang-bidang kambium pembuluh yang berasal dari lingkaran tepi seluruhnya terdiri alas pemula-pemula jejari sehingga terbentuk jejari-jejari pembuluh yang menyebar ke luar dari tiang protoxilem. Jejari-jejari juga berkembang dari titik-titik lain pada kambium pembuluh, tetapi biasanya kurang mencolok jika dibandingkan dengan jejari-jejari yang berhadapan dengan tiang protoxilem. Sementara pertumbuhan sekunder melaju dan silinder jaringan pembuluh sekunder semakin tebal, floem primer remuk. Untuk waktu terbatas, lajur-lajur floem sekunder yang remuk ini biasanya masih dapat dikenal dari posisinya pada bidang radial antara baji-baji xilem primer. Xilem primer yang terletak sebelah dalam silinder jaringan pembuluh sekunder yang sedang membesar, tetap utuh dan lazimnya dapat dikenal bahkan dalam akar-akar’ tua sekalipun.

Pembentukan felogen mengikuti pembentukan kambium pembuluh. Setelah kambium pembuluh menjadi silinder lengkap melalui pembelahan sel-sel lingkaran tepi yang berhadapan dengan baji-baji xilem primer, gelombang pembelahan sel menyebar ke sekitar keliling lingkaran tepi sehingga terbentuk silinder jaringan meristematik. Di lapisan luar lingkaran tepi yang berkembang ini terbentuklah felogen. Seperti halnya dengan yang terdapat dalam batang, felogen ini membelah ke arah tangensial dan membentuk periderm yang terdiri atas tiga lapis sel. Pembentukan periderm ini mengakibatkan kematian endodermis, korteks, dan epidermis, yang kemudian tanggal. Efek keseluruhan pertumbuhan sekunder dalam akar ini adalah bahwa anatomi akar-akar tua menyerupai anatomi batang tua. Terlepas dari susunan xilem primer (yang eksark dalam akar dan endark dalam batang) sering kali sulit untuk membedakan antara akar tua dan batang tua.

Advertisement

 

Advertisement