Advertisement

Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Perguruan tinggi yang diselenggarakan oleh pemerintah disebut perguruan tinggi negeri sedangkan yang diselenggarakan oleh swasta disebut perguruan tinggi swasta. Kuliah di PTN menjadi pilihan oleh karena :

  • Biayanya murah

Proses ujian cepat menyebabkan kelulusannya juga cepat Kuliah di PTS lebih mahal oleh karena biaya penyelenggaraan kegiatan pendidikannya menjadi tanggungan peserta didik dan Yasasan, berbeda dengan PTN yang biayanya ditanggung oleh Pemerintah.

Advertisement

Pada akhir-akhir ini biaya sekolah di PTN mulai cenderung menyamai biaya sekolah di PTS dikarenakan Pemerintah mengurangi subsidinya kepada PTN.

Apabila semua PTN statusnya sama entah yang prestisius maupun yang baru saja didirikan, PTS statusnya dibedakan menjadi :

  • terdaftar
  • diakui
  • disamakan

Status ini menentukan proses penyelenggaraan ujian. Pada PTS yang berstatus terdaftar ujiannya dilaksanakan oleh 50% staf pengajar PTN dan 50% staf pengajar PTS bersangkutan. Untuk yang berstatus diakui ujian diselenggarakan oleh 25% staf PTN .dan 75% staf PTS yang bersangkutan, sedangkan bagi yang berstatus disamakan ujian diselenggarakan oleh staf PTS itu sendiri. Dengan demikian lama belajar di PTS yang disamakan bisa lebih cepat dibandingkan dengan PTS yang berstatus diakui atau terdaftar.

Keadaan semacam ini yang tidak menguntungkan PTS nampaknya telah dapat disingkirkan akibat adanya deregulasi dan regulasi yang memungkinkan pertumbuhan PTS.

Akreditasi

Mutu perguruan tinggi sangat beragam satu sama lain. Untuk menjaga dan meningkatkan mutunya Departemen Pendidikan dan Kebudayaan menyelenggarakan akreditasi perguruan tinggi. Akreditasi Perguruan Tinggi adalah pengakuan tentang kinerja pelaksaanaan kegiatan pendidikan di perguruan tinggi. Akreditasi dilakukan terhadap PTS maupun PTN oleh Badan Akreditasi Nasional (BAN). Yang diakreditasi adalah program studinya dan perguruan tingginya.

Pada zaman kemajuan seperti sekarang ini sudah saatnya perguruan tinggi menghindarkan atau mengusahakan agar apa yang ditemui Henry Rosovsky seorang profesor dan Dekan Faculty of Arts and Sciences di Harvard University tidak terjadi lagi di Indonesia.

Advertisement