Advertisement

Perekaman Struktur Bunga, Dalam mempelajari struktur bunga, hal pertama yang harus ditentukan ialah jumlah lingkaran yang ada dan jumlah bagian setiap lingkaran tersebut. Keterangan dasar ini dapat dengan baik diringkaskan dengan cara rumus bunga. Untuk menuliskan rumus ini, setiap tipe daun bunga dinyatakan dengan huruf besar (K untuk kelopak, C untuk makota, P untuk hiasan bunga, A untuk androesium, dan G untuk ginoesium) dan jumlah bagian pada masing-masing lingkaran ditulis dengan angka di belakang huruf yang sesuai, misalnya C5 untuk makota yang terdiri atas 5 daun makota. Jika bagian suatu kategori bunga tersusun atas lebih dari satu lingkaran, fakta ini ditulis, misalnya C5+5 dan bukan C10 untuk makota yang tersusun atas 5 daun makota dalam dan 5 daun makota luar. Jika dalam satu lingkaran terdapat lebih dari 20 bagian, tanda digunakan untuk menyatakan jumlah banyak sekali. Fusi antara bagian-bagian lingkaran yang sama dinyatakan dengan mencantumkan jumlah yang sesuai di dalam kurung, misalnya K(5), yang berarti kelopak yang tersusun atas 5 daun kelopak yang berfusi. Fusi antara bagian yang termasuk ke dalam kategori yang berbeda dari lingkaran bunga dinyatakan dengan tanda kurung di atas yang menghubungkan huruf yang bersangkutan misalnya C(5)A(5) yang berarti bahwa 5 benang sari bersatu dengan sebuah tabung makota yang terdiri atas 5 daun makota yang berfusi. Kedudukan bakal buah dicatat dengan mengsebuah garis horizontal di atas atau di bawah angka yang menyatakan jumlah daun buah. Garis ini menyatakan tingkat perlekatan daun kelopak, daun makota dan benang sari. Dengan demikian, garis yang ada di bawah jumlah daun buah menyatakan bakal buah yang superior (baik bunga hipogin maupun yang menurut konvenT si bunga perigin), sedangkan sebuah garis di atas huruf menunjukkan bakal buah inferior (bunga epigin). Contohcontoh rumus bunga adalah sebagai berikut:

Rumus bunga merupakan cara ‘steno’ yang berguna untuk menyingkatkan data dasar yang liarus dikumpulkan sebelum struktur bunga dapat ‘dilukiskan. Untuk melengkapi data yang telah dicatat pada rumus bunga tersebut dan untuk memberi arti ruang, perlu dibuat dua gambar, yang disebut iagram bunga (bukan diagram dalam arti penyajian bentuk ketsa) dan bunga-paruh (half-flower drawing). Kedua ini sebanding dengan rancangan seorang arsitek dan tingginya gedung.

Advertisement

Diagram bunga adalah semacam pola-dasar bunga, yang :nelukiskan tiap lingkaran bagian bunga sebagai penampang melintang pada bidang datar yang memberi informasi terbaik. Diagram ini merupakan stilasi (stylized diagram) dan Dukan artistik. Dalam ini letak relatif berbagai bunga ditampilkan secara teliti pada seri lingkaran konsentris 6.6b). Diagram ini berorientasi dan mengacu kepada Draktea yang sebenarnya atau braktea hipotesis yang menem:,,e1 di bawah bunga. Belahan bunga yang menghadap ke Draktea disebut belahan anterior (muka), sedangkan belahan bunga yang menghadap ke gagang utama atau poros tempat bunga itu menempel disebut belahan posterior (belakang).

Pada diagram bunga, posisi braktea dinyatakan dengan tanda bulan sabit di bawah pola dasar bunga; posisi poros dinyatakan di atas pola dasar dengan lingkaran kecil berisi tanda silang. Pada prakteknya sering kali sukar untuk menentukan bidang anterior-posterior suatu bunga, tetapi (dengan beberapa perkecualian) dapat digunakan aturan berikut. Pada monokotil bagian hiasan bunga luar yang ganjil berada di depan, sedangkan pada dikotil terdapat sehelai daun kelopak di belakang, atau dengan perkataan lain, ada sehelai daun makota di depan (6.7). Anak suku Papilionoi-deae dari suku Leguminosae merupakan perkecualian dari aturan ini yang perlu dicatat; sebab anggota-anggotanya memiliki daun makota yang besar (disebut bendera) di bagian belakang bunga. Berbagai bagian bunga diperkan pada diagram dengan lambang yang telah diterima luas sebagai berikut: daun kelopak, daun makota atau hiasan bunga dengan bulan sabit; benang sari dengan ginjal kecil; dan bakal buah dengan potongan melintangnya yang memperkan jumlah daun buah dan tipe plasentanya. Fusi antara bagian sebuah lingkaran atau antara bagian lingkaran yang bersebelahan dinyatakan dengan garis yang menghubungkan bagian-bagian yang berfusi tersebut. Jika bagianbagian daun kelopak, daun makota atau hiasan bunga saling bertumpang-tindih, cara bertumpang-tindihnya (estivasinya) harus pula dilukiskan. Karena hanya merupakan pola dasar bunga, diagram bunga tidak dapat merekam ciri-ciri seperti posisi bakal buah atau bentuk umum bunga, yang hanya dapat di pada penampang vertikal bunga. Karena diagram bunga hanya mencatat struktur bunga, maka diagram tersebut harus dilengkapi dengan bunga-paruh yang harus dibuat setelah diagram bunga digambar.

bunga-paruh (6.6c) adalah lukisan apa adanya, yaitu separuh bunga, dan memerlukan kemampuan mengyang lebih baik daripada mengdiagram bunga. Satu-satunya konvensi yang harus ditaati ialah bahwa bidang potong bunga-paruh yang digambar harus bertepatan dengan bidang anterior-posterior. Dalam praktek sebenarnya tidak mungkin untuk membelah bunga menjadi dua belahan yang sama persis melalui bidang ini, dan diagram bunga harus diperhatikan ketika menggambar bunga-paruh tersebut. bunga-paruh akan menunjukkan bagian bunga yang akan terbelah oleh potongan median anterior-posterior. Biasanya yang diadalah belahan bunga sebelah kanan dari diagram bunga, yaitu sisi ?osterior bunga akan terletak sebelah kiri bunga-baruh tersebut. Walaupun diagram bunga biasanya cukup :elas, sebaiknya bagian-bagian bunga-paruh diberi keterangan, terutama bagian-bagiannya yang khas.  .

 

Advertisement