Advertisement

Perbedaan antara Komposisi dan Derivasi, Perbedaan antara komposisi dan derivasi dapat diringkas dengan baik jika kita mengatakan bahwa monem-monem yang membentuk sebuah kata majemuk terdapat juga di luar komposisi, sedangkan monem-monem yang tergabung di dalam bentuk turunan, hanya satu yang terdapat di dalam bentuk-bentuk turunan, yaitu yang disebut afiks. Perpindahan sebuah monem dari status unsur kata majemuk menjadi afiks terjadi begitu monem itu hanya digunakan dalam komposisi, yang nampaknya kontradiksi di dalam peristilahannya, namun yang menunjukkan dengan jelas dekatnya kedua proses itu. Kini, monem -hood dalam bahasa Inggris boyhood dan monem -heit dalam bahasa Jer man Freiheit merupakan afiks karena tidak ditemu­kan di luar gabungan tak terpisahkan seperti boyhood dan Freiheit, begitu pula halnya dengan monem maha- dalam bahasa Indonesia.

Pembahasan di atas tidak mencakup kasus di mana kedua mo­nem yang bergabung tidak terdapat di luar kombinasi jenis itu. Misal­nya , (dan terutama) unsur-unsur yang disebut “ilmiah” yang, pada awalnya tergolong dalam kosa kata pungutan dari suatu bahasa “klasik” dan sama sekali tidak dirasakan sebagai unsur yang mem­bentuk satuan-satuan bermakna oleh mereka yang memasukkannya ke dalam adat bahasa. Meskipun demikian, apabila kata-kata jenis itu semakin banyak dan lazim digunakan, makna komponen-kompo­nennya akan muncul. Semua pemakai istilah ilmiah tahu bahwa ther­mostat dibentuk dengan dua unsur thermo- dan -stat,’ yang terdapat dalam kombinasi yang lain yang maknanya begitu mudah dipahami, sehingga tanpa harus menjadi seorang ahli, kita dapat mencoba membentuk kata-kata lain dengan thermo- dan -stat. Kekhasan se-mantis dari kedua unsur itu, yang sering kali disertai pengetahuan tentang etimologi, dapat cenderung membuat orang menginter­pretasikan bentukan-bentukan itu sebagai kata majemuk. Namun, sebuah unsur seperti tele-, yang menjadi sangat produktif berkat te­muan-temuan di abad-abad terakhir ini, dan yang kini berkombinasi dengan berbagai monem dan sintagrna yang terdapat di luar kombi­nasi yang seharusnya (bk. television dan vision, teleguide dan guide), sebenarnya berperilaku seperti sebuah afiks. Di sini kita berhadapan dengan situasi bahasa yang khusus yang tidak dapat disamakan dengan komposisi yang sebenarnya, maupun dengan derivasi yang menghendaki kombinasi unsur-unsur yang berstatus berbeda. Jadi, di sini kita dapat berbicara tentang konfiksasi, di mana setiap unsur yang membentuk sebuah sintem, seperti thermostat misalnya, disebut sebuah konfiks.

Advertisement

 

Advertisement