Advertisement

Penyimpanan dan Translokasi Nitrogen, Banyaknya amonia dalam tumbuhan sering melebihi jumlah yang segera diperlukan. Hal ini mungkin terjadi, baik pada pertumbuhan normalnya, misalnya selama perkecambahan ketika protein cadangan pada biji diuraikan, atau sebagai akibat penambahan pupuk nitrogen yang banyak ke dalam tanah. Dalam keadaan kelebihan amonia, baik asam glutamat maupun asam aspartat dapat bereaksi dengan lebih banyak amonia untuk membentuk amida glutamin dan asparagin. ATP diperlukan agar reaksi berlangsung dengan baik, Karena kelebihan amonia merupakan racun bagi sel-sel tumbuhan, pembentukan glutamin dan asparagin dapat dianggap sebagai ‘alat pengaman’ agar nitrogen untuk sementara disimpan dalam bentuk yang tidak beracun, tetapi masih mudah tersedia untuk disintesis jika diperlukan.

Selain berfungsi sebagai tempat menyimpan sementara bagi nitrogen, glutamin dan asparagin dapat pula bertindak sebagai alat translokasi gugus amino jika protein tersimpan dikerahkan untuk pertumbuhan. Hal ini terutama terjadi bagi asparagin yang sering berkumpul dalam jumlah besar pada semai yang sedang berkecambah. Protein yang berada pada daerah penyimpanan mula-mula dihidrolisis menjadi komponenkomponen asam aminonya yang kemudian mengalami transaminasi dengan asam oksaloasetat untuk membentuk asam aspartat. Kemudian asam aspartat bergabung lagi dengan amonia untuk membentuk asparagin yang ditranslokasi di dalam xilem di daerah pertumbuhan. Di sini, karena tersedia asam a-keto yang dihasilkan oleh fotosintesis, suatu rangkaian reaksi kebalikan akan terjadi dan terbentuklah protein baru. Fungsi translokasi amida, dengan contohnya asparagin, tampak pada   18.1.

Advertisement

 

Advertisement