Advertisement

Adalah sekelompok penyakit yang timbul akibat kelainan sel trofoblas pada janin. Ke dalamnya termasuk penyakit mola hidatidosa, korioadenoma destruens, dan koriokarsinoma. Ketiga penyakit tersebut tergolong tumor, yang pertama bersifat jinak; yang kedua bersifat agak ganas; dan yang terakhir bersifat ganas. Kejadian penyakit ini lebih sering ditemukan di wilayah Asia, yaitu sekitar satu di antara 200 kehamilan.

Mola hidatidosa, atau kehamilan anggur, biasanya timbul tidak lama setelah konsepsi. Gejalanya adalah pembesaran rahim yang cepat dan tak sesuai dengan umur kehamilan. Gejala tersebut biasanya disertai perdarahan melalui jalan lahir, mual, dan muntah. Di dalam rahim, jaringan janin membentuk tonjolan-tonjolan berisi air sehingga menyerupai buah anggur. Jaringan tersebut kadang-kadang keluar dengan sendirinya. Karena bersifat jinak, mola tidak menyebar ke bagian tubuh lainnya. Namun demikian, mola dapat berkembang menjadi korioadenoma destruens, yang menembus jaringan sekitarnya; atau menjadi koriokarsinoma yang bersifat ganas. Bentuk yang ganas ini dapat timbul tanpa melalui stadium jinak. Penyebarannya ke bagian tubuh lain melalui pembuluh darah balik berlangsung cepat, karena sifatnya yang sangat ^anas.

Advertisement

Bentuk jinaknya biasanya diatasi dengan kuretase, yang diikuti uengan pemberian obat-obatan untuk mencegah terjadinya bentuk ganas. Kemajuan pengobatan dimonitor dengan mengukur kadar hormon yang dihasilkan oleh tembuni, yaitu hormon korionik gonadotropin. Biasanya kadar hormon akan turun drastis dalam enam minggu. Bila hal ini tak terjadi, penyakit yang jinak mungkin menjadi bentuk ganas. Tindakan bedah untuk mengangkat rahim mungkin diperlukan pada keadaan yang mencurigakan terjadi-nya bentuk ganas.

Advertisement