Advertisement

Ulva, Ulva, atau kadang-kadang dinamai selada laut, adalah ganggang laut yang sering tumbuh subur di pantai karang pada batas air pasang. Ganggang ini terutama banyak dijumpai pada tempat air tawar mengalir ke laut, terutama jika air tawar itu tinggi kandungan nitrogennya. Talusnya (Gam-bar 2.9a) berupa helaian tipis, kerut-merut dan berlendir, lebarnya sampai 30 cm berwarna hijau cerah. Ulva ini terikat pada substratnya melalui penempel yang bersel banyak.

Talus Ulva yang mirip daun tebalnya dua sel, jadi merupakan tipe yang mungkin paling sederhana dari talus berbentuk parenkima. Di dari irisan melintangnya, sel-selnya berdinding sangat tebal (2.9b), dan hal ini mungkin ada hubungannya dengan bahaya penghancuran yang mengancam tumbuhan ini karena pasang-surut. Tiaptiap sel memiliki inti tunggal dan kloroplas. Penempel terbentuk atas ratusan filamen berwujud tabung yang tumbuh ke bawah di antara dua lempeng vegetatif pada pangkal talus (2.9c).

Advertisement

Ulva termasuk ke dalam ordo yang sama dengan Ulothrix (Ulothricales) dan cara perkembangbiakannya pun sama seperti Ulothrix. Ulva berkembang biak aseksual melalui zoospora berflagel empat yang terbentuk pada sel-sel vegetatif biasa dekat pinggiran talus. Protoplasma sel-sel yang berfungsi sebagai zoosporangium membelah diri secara meiosis, yang diikuti oleh mitosis, biasanya menjadi 32 protoplasma berinti tunggal yang bermetamorfos menjadi zoospora berflagel empat. Zoospora ini keluar melalui sebuah pori yang terjadi pada permukaan zoosporangium (2.9d). Bila zoospora tiba masanya beristirahat pada substrat yang cocok, flagelnya ditarik masuk dan sel itu meneruskan pembelahannya. Mula-mula pembelahan talus itu semuanya melalui bidang melintang, sehingga menghasilkan filamen yang beruntutan tunggal (uniseriate) seperti pada Ulothrix, tetapi pembelahan selanjutnya membentuk talus yang berbentuk lempeng pada tumbuhan dewasanya.

Perkembangbiakan seksualnya sama seperti perkembang-biakan aseksual, tetapi sel-selnya yang dapat bergerak itu berflagel dua dan berfungsi sebagai garnet. Ulva adalah heterotalik sehingga hanya garnet yang berasal dari talus tipe kelamin yang berlawanan dapat melebur diri membentuk zigot. Zigot yang berflagel empat setelah berenang untuk sementara waktu, kemudian menetap, menghilangkan flagelnya, dan membentuk dinding sel. Perkecambahan terjadi hampir segera setelah itu, mula-mula membentuk filamen, kemudian talus berlapis dua. Fakta pengamatan menunjukkan bahwa tumbuhan tertentu dari Ulva berkembang biak baik secara seksual maupun aseksual, atau dengan perkataan lain terbentuk zoospora atau garnet, tetapi tidak pernah kedua-duanya sekaligus. Alasannya ialah bahwa walaupun semua tumbuhan ini tampaknya sama, beberapa adalah haploid yang membentuk garnet, sedangkan yang lain-lainnya diploid dan membentuk zoospora. Oleh karena itu ada pergiliran keturunan pada daur hidupnya dan karena Ulva membentuk heterotalus, maka ada tiga macam talus yang secara morfologi sama tetapi secara sitologi berbeda (2.10). Tipe daur hidup ini, yaitu yang generasi haploid dan diploidnya berbentuk sama, disebut pergiliran turunan yang isomorf.

 

Advertisement