Advertisement

PENGERTIAN UJIAN DI PERGURUAN TINGGI, Dalam sistem kontinental yang pernah diadop oleh perguruan tinggi di Indonesia ada bermacam-macam ujian. Ujian utama, yang dilaksanakan empat kali dalam setahun yaitu pada September, Desember, Maret dan juni. Mahasiswa mendaftar terlebih dahulu untuk ujian, tentunya setelah memenuhi persyaratan untuk ujian. Persyaratan bisa mengikuti ujian antara lain telah menyelesaikan praktikum. Praktikum diakhiri dengan responsi, setelah menempuh responsi, praktikan mendapat Surat Puas. Dengan demikian Surat Puas ini merupakan bukti telah selesai mengikuti praktikum dengan baik.

Bila semua ujian yang diikuti menghasilkari kelulusan maka mahasiswa tadi dinyatakan naik tingkat. Bila ada beberapa mata ujian yang tidak lulus maka mahasiswa dinyatakan harus mengulang ujian untuk mata kuliah yang tidak lulus tadi. Waktu untuk menempuh ujian ulangan ditentukan oleh berapa banyak mata ujian yang harus diulang. Bila harus mengulang satu nthta ujian maka kemungkinan besar setelah satu bulan dari saat ketidaklulusannya diumumkan, baru dia boleh menempuh ujian, mahasiswa ini disebut jatuh satu bulan. Bila lebih dari satu mata ujian maka mahasiswa baru boleh menempuh ujian setelah tiga bulan dari saat ketidaklulusannya diumumkan, mahasiswa ini disebut jatuh tiga bulan. Mahasiswa bisa “jatuh” satu bulan, tiga bulan, enam bulan atau setahun.

Advertisement

Pada sistim kontinental ditemui adanya :

  • Ujian propaedeutis atau ujian persiapan yaitu setelah satu tahun mengikuti kuliah dan praktikum
  • Ujian kandidat (candidaat) minimal setelah dua tahun lulus ujian propaedeutis
  • Ujian doktoral (doctoraal) minimal setelah dua tahun lulus ujian kandidat
  • Ujian promosi doktor yang viva voce, sifatnya terbuka boleh dihadiri oleh publik, untuk mempertahankan dalil-dalil yang diajukan dalam disertasi/thesis

Advertisement