Advertisement

Tempat ditemukannya sisa manusia purba dari jenis Homo sapiens awal. Situs yang ditemukan oleh pekerja kereta api pada tahun 1951 ini terletak pada tebing Sungai Huangsharchi, di Distrik Tzeyang, Propinsi Szechuan, bagian barat Cina tengah. Sekarang, daerah pegunungan ini dihuni orang Cina dan kelompok masyarakat yang tidak berbahasa Cina. Temuannya berupa tengkorak seorang perempuan berumur 50 tahun dari kala Pleistosen Atas. Temuan ini terdiri atas atap tengkorak yang hampir lengkap, yaitu tulang pendinding, dahi, pelipis kiri, tengkorak belakang, baji kiri, bagian tulang hidung, langit-langit, rahang atas dengan rongga hidungnya; giginya sudah hilang dan ada petunjuk pernah adanya sakit gigi. Ciri-cirinya, antara lain, tengkorak ber-ukuran kecil, tetapi masih dalam batas antara Cina modern dan prasejarah jaman logam; tengkorak pendek, sempit dan tinggi; kapasitas tengkorak sedikit lebih besar daripada Pithecanthropus pekinensis dahi sempit; lubang hidung sempit, namun mendekati modern; serta langit-langit dan gigi sudah modern. Manusia purba ini masih menunjukkan gambaran arkaik. Misalnya rongga otak kecil tidak terdesak oleh otak besar, seperti pada manusia modern. Tonjolan kening lebih nyata, dahi panjang, tengkorak belakang membulat, ada penggembungan di dekat taju puting, dan tulang pelipis lebih kecil. Tulang pipi menyudut, sekitar 20°, terhadap garis mata-telinga; sedangkan pada manusia modern sejajar. Kepurbaannya, yang dapat dilihat dari faunanya, menunjukkan dari kala Pleistosen Atas. Ciri-cirinya menunjukkan afinitas ke ras Mongolid.

Advertisement
Advertisement