PENGERTIAN TUTUT-TUTUTAN

adsense-fallback

Suatu kelompok keong air tawar. Ciri-cirinya cangkang bulat telur meruncing berwarna hijau sampai kecokelatan atau kehitaman, polos atau bergaris-garis lingkar hitam. Beberapa jenis keong dapat berlunas lingkar licin atau berbintil-bintil. Besar cangkangnya sampai 40 milimeter. Keong yang masih hidup dilengkapi dengan penutup cangkang tipis, yang mengandung zat tanduk, berwarna cokelat sampai cokelat kehitaman. Cangkang tipis ini disebut operkulum. Besar operkulum ini sama dengan mulut cangkang, sehingga dapat menutup rapat mulut cangkang. Tubuh keong berwarna kelabu atau kelabu muda, berbintik-bintik kunfng’dan hitam. Kepalanya dilengkapi sepasang tentakel. Matanya terletak di suatu tonjolan di pangkal antena. Kelaminnya terpisah; antena kanan keong jantan lebih panjang. Perkembangbiakannya dengan melahirkan anak. Keong yang betina dapat mengandung 15-30 anakan. Ketika dilahirkan, anakan ini telah bercangkang dan berukuran lebih kurang 1 milimeter. Pakannya ganggang, sisa tumbuhan yang busuk, atau kadang-kadang sisa binatang mati.

adsense-fallback

Jenis-jenis tutut tersebar di daerah tropika dan sub-tropika Asia, Afrika, dan Australia. Penyebarannya mulai dari perairan tawar dataran rendah sampai pegunungan berketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut atau lebih.

Di Indonesia, ada sekitar 15 jenis tutut, antara lain Be/lamya javanica. Keong ini mempunyai penyebaran sangat luas, yang meliputi Thailand, Kambodia, Laos, Vietnam, Malaysia, Indonesia, dan Filipina. Be/lamya javanica biasa dimakan oleh penduduk. Namun, keong ini juga telah tercatat sebagai vektor penyakit radang usus pada manusia, yang disebabkan oleh cacing Trematoda parasit Echinostoma ilocanum dan E. malayanum. Karena itu, untuk amannya, keong ini harus dimasak sampai matang sebelum dimakan.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback