Advertisement

Alat pengukur turbiditas (kekeruhan). Bahan keruh biasanya terdiri atas bahan bening yang di dalamnya tersuspensi partikel kedap cahaya. Bahan keruh dapat berupa suspensi, larutan koloidal, maupun zat padat dan zat padat semu (plastik, kaca, dll.) yang tidak benar-benar bening, karena juga mengandung partikel kedap cahaya.

Turbidimeter terdiri atas sumber cahaya, sistem filter, kuvet, dan detektor. Cahaya dari sumber cahaya itu dilewatkan filter penyaring, untuk meneruskan bagian cahaya yang memiliki panjang gelombang tertentu. Selanjutnya, cahaya ini dilewatkan bahan yang hendak diukur turbiditasnya di dalam kuvet (wadah terbuat dari bahan bening dan tidak menyerap cahaya itu). Partikel-partikel akan menghalangi cahaya dan menghamburkan cahaya ke segala arah. Yang akan diukur adalah intensitas cahaya yang diteruskan dan jatuh pada detektor. Banyaknya cahaya yang diteruskan bergantung pada tingkat turbiditas bahan tersebut. Makin keruh bahan itu, makin rendah intensitas cahaya yang diteruskan. Cahaya yang diteruskan ini akan dideteksi oleh tabung-foto dan dikuatkan secara listrik. Isyarat listrik hasil penguatan menggerakkan jarum skala dan perangkat pencatat.

Advertisement

Dikenal alat ukur lain yang disebut nefelometer. Alat ini mengukur intensitas cahaya yang dihamburkan oleh partikel-partikel kedap cahaya itu. Makin keruh bahan, makin tinggi intensitas cahaya yang dihamburkan, dan dideteksi oleh nefelometer itu. Biasanya nefelometer diarahkan tegak lurus terhadap jalan cahaya utama.

 

Advertisement