Advertisement

Keong air tawar yang bercang-kang kecil dan berbentuk kerucut membulat dengan mulut cangkang bundar agak lonjong serta dilengkapi penutup cangkang. Warna cangkangnya cokelat kehijauan sampat kehitaman. Tubuhnya kelabu sampai kelabu kehitaman. Pada kepalanya terdapat sepasang tentakel panjang. Matanya terletak pada tonjolan di pangkal tentakel. Sifat kelaminnya terpisah. Keong betinanya meletakkan telur satu per satu dalam gumpalan lendir atau untaian. Telur ini menetas setelah 10 hari. Anakannya telah bercangkang. Keong ini hidup di danau, rawa, dan sawah; pada perairan yang meng-alir keong tunik jarang didapat.

Salah satu jenis keong tunik yang umum didapat dan penyebarannya luas adalah tunik rompong. Ke-ong ini sering ditemukan di sawah. Besar cangkang-nya sampai 10 milimeter. Daerah penyebarannya India, Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Sumbawa, Sumba, dan Sulawesi. Keong ini dikenal sebagai inang cacing parasit Paramphistomum; parasit ini dapat menimbulkan radang perut pada sapi dan hewan ternak lainnya.

Advertisement

Advertisement