Advertisement

Salah satu bagian penting pada tubuh manusia dan hewan. Tulang terbentuk dari jaringan yang mengalami kalsifikasi, sehingga bersifat keras, liat, tetapi bingkas, dan membentuk rangka hewan bertulang belakang, termasuk manusia. Tulang berguna untuk meneguhkan badan, memberi bentuk, melindungi organ-organ dalam yang penting, seperti otak dan jantung, dan merupakan alat gerak yang penting, walaupun bersifat pasif.

Susunan tulang terdiri atas jaringan penunjang dengan sifat-sifat yang ditentukan serabut-serabut antar- sel yang mengandung banyak zat kapur, seperti kalsium fosfat, kalsium karbonat, serta senyawa organik; karena itu, sifatnya keras sekali. Dalam tulang terdapat banyak saluran terbalut lapisan tulang, yang terdiri atas serabut kolagen. Tulang panjang terdiri atas batang (bagian panjang di tengah; diaphysis) dan kedua ujung tulang (epiphysis). Ujung tulang dise- i laputi tulang rawan, 1 sedangkan permukaan luar tulang diselaputi tulang (periosteum). Din-ding diaphysis terdiri atas tulang yang susunannya padat {substantia compacta), sedangkan epiphysis berupa bunga karang (substantia spongiosa). Pada tulang atap tengkorak terdapat tiga lapisan, yaitu lapisan luar {tabula externa), lapisan dalam {tabula interna) yang terdiri atas substantia com- pacta, dan lapisan antara kedua lapisan terdahulu yang terdiri atas substantia spongiosa; susunan seperti ini disebut diploe. Dalam diaphysis terdapat rongga, disebut ca- vum medullare, berisi sumsum tulang kuning, sedangkan di bagian substantia spongiosa terdapat sumsum tulang merah, yang merupakan penghasil sel darah, terutama sel darah merah.

Advertisement

Proses terjadinya tulang pada berbagai makhluk ber- 1 aneka. Pada binatang golongan rendah, misalnya serangga (Insecta), rangka terletak di luar tubuh (ekso- skeleton). Pada Amphioxus, atau ikan malung yang dianggap sebagai hewan golongan paling rendah di antara binatang bertulang belakang (Vertebrata), terdapat alat penunjang dalam badan {chorda dorsal is); alat penunjang ini merupakan bentuk rangka dalam (endoskeleton) paling sederhana. Pada ikan hiu, chorda dorsalis sudah diganti oleh tulang rawan yang terdiri atas rangka kepala, batang tubuh, dan anggota. Ikan biasa mempunyai rangka tulang sejati. Mula-mula manusia juga hanya mempunyai chorda dorsalis, namun dalam pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya tumbuh menjadi tulang rawan, lalu tulang sejati.

Berdasarkan bentuknya, tulang dapat dibagi atas tulang panjang, misalnya tulang paha atau tulang lengan atas; tulang pendek, misalnya tulang jari, atau ruas tulang belakang; dan tulang pipih, misalnya tulang atap tengkorak.

Menurut bagiannya, rangka manusia dan hewan terdiri atas: (1) rangka batang tubuh, yang meliputi tulang belakang, yaitu tulang leher, tulang punggung,

ulang pinggang, tulang kelangkang, dan tulang tung- ging; (2) tulang-tulang anggota badan, yang terbagi atas anggota badan atas, yaitu tulang-tulang belikat, selangka, lengan atas, pengumpil, hasta, pergelangan dan telapak tangan serta jari; dan anggota badan bawah, yaitu tulang-tulang pinggul (yang sebenarnya merupakan penyatuan tulang usus, tulang aurat, dan tulang duduk), paha, kering, betis, pergelangan dan tapak kaki, serta jari; (3) tengkorak, yang meliputi tulang-tulang yang mengelilingi otak {neurocra- nium), yaitu tulang-tulang dahi, pendinding, pelipis, kepala belakang, tapis, serta baji; tulang-tulang yang membentuk muka, yaitu tulang-tulang rahang atas, rahang bawah, pipi, hidung, air mata, bajak, dan kerang hidung. Tulang-tulang tengkorak dihubungkan oleh garis pertautan, yaitu sutura. Juga terbentuk rongga-rongga seperti rongga otak, mulut, mata dan hidung.

Kalau dilihat dari segi arsitektonik, tulang tersusun sedemikian rupa, sehingga lapis-lapis tulang diatur menurut arah yang sesuai dengan tekanan dan tarikan pada tulang tersebut. Gaya tekanan akan menimbulkan bahan tulang dan gaya tarikan sebaliknya.

Tulang-tulang dihubungkan oleh persendian; untuk mengurangi akibat pergeseran, ujung tulang yang ber-hubungan dilapisi tulang rawan dari bahan hyalin yang sangat bingkas dengan tebal bervariasi, tetapi biasanya paling tebal pada bagian tengah.

Sebaliknya, di luar persendian, bagian luar tulang dilapisi oleh periosteum, kecuali pada tempat adanya tulang rawan dan tempat pelekatan otot. Periosteum terdiri atas dua lapisan dan mengandung pembuluh d irah, pembuluh getah bening dan saraf, serta b rtanggung jawab untuk regenerasi tulang, misalnya kalau patah tulang atau tulang rusak karena penyakit; sifat penggantinya lebih kuat. Pada binatang, tulang yang patah pada awalnya diganti tulang rawan, dan tulang rawan ini kemudian menjadi tulang.

Sumsum tulang terdiri atas anyaman serabut pengikat halus, yang pada sumsum merah banyak pembuluh darah dan cabang-cabangnya berisi sel-sel darah baru; sedangkan pada sumsum kuning tulang panjang sejak kelahiran merupakan tempat penimbunan sel- sel lemak, yang pada orang tua berubah menjadi seperti lendir.

Tulang dipelajari karena dapat memberikan informasi tentang mekanisme adaptasi manusia terhadap lingkungannya. Tulang juga dapat menjadi sumber data bagi studi evolusi. Tulang sering kali terpelihara terhadap peluruhan, sehingga sangat berguna untuk identifikasi umur, jenis kelamin, ras, tinggi badan, penyakit, budaya, dan sebagainya. Akibatnya, tulang bermanfaat dalam ilmu-ilmu forensik, arkeologi, dan biologi manusia. Selain itu, tulang juga merupakan sumber utama informasi terhadap penyakit purba atau sebab kematian, saksi tentang budaya dan dunia manusia tersebut, serta dipakai sebagai dasar klasifikasi rasial atau sebagai pegangan dalam mempelajari fosil, serta sebagai pembanding biologis antara manusia prasejarah dan keturunannya yang hidup sekarang.

Advertisement