Advertisement

Pohon yang tingginya sampai 25 meter. Umumnya, batangnya bengkok dan pepagan- nya berwarna abu-abu-cokelat, licin sampai bersisik. Kayunya kurang awet. Daunnya majemuk menyirip gasal dengan 9-11 pinak daun. Pinak daunnya melonjong sampai melonjong-bundar telur, berujung meluncip, dan bagian pangkalnya tidak simetris, biasanya membulat. Perbungaannya muncul di ujung dan berupa malai. Bunganya merah-ungu tua dengan benang sari dan tangkai putik putih; baunya busuk. Polongnya tebal, agak rata, dan menjangat. Ada yang mengatakan bahwa polongnya berkhasiat sebagai obat bengkak. Bijinya 1 – 2 dalam setiap polong, kadang-kadang 3-4, dan berwarna cokelat. Jika diberi alkohol murni, endapan putih yang didapat dalam keping lembaganya menjadi sangat beracun. Tulang daing umumnya terdapat di hutan, di tempat terbuka, dan kadang-kadang ditanam. Pohon ini dijumpai di seluruh Jazirah Malaya dan Sumatra Selatan.

Klasifikasi Ilmiah. Tulang daing termasuk suku Papilionaceae (kacang-kacangan); nama ilmiahnya Milletia atro- purpurea.

Advertisement

Advertisement