PENGERTIAN TUJUH BAHAN POKOK INDOKTRINASI

adsense-fallback

Disingkat Tubapi, merupakan bahan indoktrinasi yang amat terkenal pada masa Orde Lama.

adsense-fallback

Bahan Pokok I Lahirnya Pancasila, yang memuat Kata Pengantar Dr. Radjiman Wedyodiningrat dan Pidato Bung Karno tanggal 1 Juni 1945.

Bahan Pokok ke-II ialah pendalaman tentang Undang-undang Dasar 1945, yang materinya terdiri atas Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 dan Penjelasan tentang Undang-undang Dasar Negara Indonesia.

Bahan Pokok ke-III memperdalam pemahaman Manifesto Politik Republik Indonesia, yang materinya terdiri atas: (a) Keputusan DPA No. 3/Kpts/- SD/II/59 tentang Perincian Manifesto Politik Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1959; (b) Lampiran Keputusan DPA tentang perincian persoalan-persoalan pokok dan Program Umum Revolusi Indonesia yang diambilkan dari Manifesto Politik Republik Indonesia tanggal 17 Agustus 1959; (c) Penemuan Kembali Revolusi Kita, yang sebenarnya merupakan Pidato Presiden Sukarno pada peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus 1959; (d) Penetapan Presiden No. 1 tahun 1960 tentang Garis-garis Besar daripada Haluan Negara; (e) Penjelasan Penetapan Presiden No. 1 tahun 1960 tentang Garis-garis Besar daripada Haluan Negara.

Bahan Pokok ke-IV dan ke-V ialah pedoman-pedoman pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia. Bahan Pokok ke-IV adalah tentang Jalannya Revolusi Kita (Jarek), yang berisi Keputusan DPA No. l/Kpts/Sd/I/61 tentang Perincian Pedoman Pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia Lampiran Keputusan DPA tentang Perincian Jalannya Revolusi Kita yang diucapkan oleh Presiden Sukarno pada tanggal 17 Agustus 1960 dan Jalannya Revolusi Kita (Jarek) yang merupakan amanat Presiden Republik Indonesia pada peringatan Hari Proklamasi 17 Agustus 1960.

Bahan Pokok ke-V ialah Membangun Dunia Kembali, yang isinya menyangkut: (a) Keputusan DPA No.2/Kpts/Sd/I/61 tentang Perincian Pedoman Pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia; (b) Lampiran Keputusan DPA tentang Perincian Garis Besar Politik Luar Negeri sebagai Pedoman Pelaksanaan Manifesto Politik Republik Indonesia; (c) Mem-bangun Dunia Kembali, yang sebenarnya merupakan pidato Presiden Sukarno di Sidang Umum PBB ke- XV tanggal 30 September 1960.

Bahan Pokok ke-VI berisi Penjelasan Manipol dan Usdek disertai kata pengantar Presiden/Panglima Tertinggi dan Penjelasan Manipol Usdek oleh Dr. Roeslan Abdulgani. Penjelasan ini merupakan inti uraiannya yang dipancarkan di corong RRI Pusat Jakarta ke seluruh pelosok tanah air dan ke luar negeri pada tiap-tiap hari Rabu dan Minggu malam, sejak tanggal 5 Oktober 1960 sampai dengan 9 November 1960.

Bahan Pokok ke-VII menyangkut Amanat Presiden tentang Pembangunan Semesta Berencana, yang berisi: {a) Keputusan DPA No.4/Kpts/Sd/III/61 tentang Perincian Amanat Pembangunan Presiden tanggal 28 Agustus 1959; (b) Lampiran Keputusan DPA tentang Perincian pada Sidang Pleno Dewan Perancang Nasional mengenai Pembangunan Semesta Berencana tanggal 28 Agustus 1959; (c) Amanat Presiden pada Sidang Pleno Dewan Perancang Nasional mengenai Pembangunan Semesta Berencana tanggal 28 Agustus 1959 (amanat yang diucapkan); (d) Amanat Presiden pada Sidang Pleno Dewan Perancang Nasional mengenai Pembangunan Semesta Berencana tanggal 28 Agustus 1959 (amanat yang ditulis); dan (e) Amanat Penegasan Presiden Sukarno pada Sidang Istimewa Dewan Perancang Nasional tanggal 9 Januari 1960.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • tujuh bahan pokok indoktrinadi

adsense-fallback