Advertisement

Dalam dunia pendidikan, adalah tujuan yang ingin dicapai setelah proses belajar mengajar berlangsung. Materi pelajaran yang harus dikuasai serta seberapa besar pemahaman siswa setelah proses belajar mengajar berlangsung merupakan salah satu yang ingin diketahui melalui tujuan instruksional. Tujuan instruksional dibedakan menjadi dua macam, yakni tujuan instruksional umum (TIU) dan tujuan instruksional khusus (TIK). TIU merupakan salah satu langkah dalam penyusunan program satuan pelajaran (PSP) seperti yang tercantum dalam Garis-garis Besar Program Pengajaran. Tujuan ini merupakan tujuan akhir yang harus dicapai melalui pokok bahasan yang diberikan, dan merupakan bentuk kemampuan siswa bersifat umum yang dinyatakan dengan kata-kata, seperti memahami, menghayati, mengapresiasi, dan mengerti.

Langkah selanjutnya dalam penyusunan program satuan pelajaran adalah penjabaran TIU ke dalam TIK yang dinyatakan dalam bentuk perilaku yang lebih khusus dan lebih terinci. Melalui perilaku-perilaku khusus yang dijabarkan dalam TIK harus dicapai kemampuan umum yang telah dinyatakan di dalam TIU. Dapat dikatakan TIK merupakan tujuan sementara atau batu loncatan untuk mencapai TIU.

Advertisement

TIK harus dirumuskan secara jelas dengan siswa sebagai sasaran utama, tanpa mengabaikan proses serta berorientasi pada hasil akhir. Rumusan TIK, yang terdiri atas empat unsur pokok, dalam kata Inggris dinyatakan dengan ABCD, yakni audience (sasaran), behavior (perilaku), condition (kondisi), dan degree of success (kriteria keberhasilan). Unsur pertama, sasaran, adalah siswa atau para peserta pengajaran. Unsur kedua, perilaku, merupakan tindak-tanduk yang harus ditunjukkan oleh sasaran (siswa) setelah mengikuti pelajaran. Perilaku harus dinyatakan dalam bentuk kata kerja aktif yang dapat diamati dan dapat diukur. Hal ini penting untuk menyusun tugas yang harus dikerjakan siswa dan untuk menyusun alat evaluasi agar dapat diketahui keberhasilan kegiatan belajar mengajar. Unsur ketiga, kondisi, adalah pernyataan tentang cara pelaksanaan perilaku atau syarat yang menyertainya. Unsur keempat, kriteria atau patokan keberhasilan, merupakan unsur batasan-batasan yang mengukur keberhasilan siswa dalam mencapai tujuan. Untuk itu digunakan berbagai cara, misalnya dengan menentukan jumlah pertanyaan yang dapat dijawab dengan benar, persentase jawaban yang benar, persyaratan yang berlaku, dll.

Advertisement