Advertisement

Adalah sekelompok obat yang mempunyai efek menghambat pertumbuhan Mycobacterium tuberculosis. Empat jenis obat terpenting yang termasuk ke dalamnya adalah isoniazid, etambutol, rifampisin, dan pirazinamid. Obat-obat ini harus diberikan dalam jangka panjang, yaitu 3-12 bulan untuk pembasmian kuman dalam tubuh.

Isoniazid, yang lebih dikenal sebagai INH, merupakan obat utama dalam kelompok obat ini karena efektif, aman, dan murah. Obat ini bekerja baik di dalam m lupun di luar sel, dan selalu diikutsertakan dalam pengobatan tuberkulosis. Isoniazid umumnya diberikan selama 1 – 2 tahun.

Advertisement

Etambutol biasanya tidak digunakan tersendiri, melainkan dalam gabungan dengan isoniazid atau rifampisin. Efek sampingnya adalah gangguan penglihatan akibat kerusakan saraf mata. Karena itu pemakaian obat ini perlu disertai pemantauan fungsi penglihatan.

Rifampisin selain tergolong tuberkulostatika juga merupakan leprostatika, atau penghambat pertumbuhan kuman lepra. Obat ini cukup aman, efektif, dan sering kali diberikan bersama isoniazid. Rifampisin menyebabkan urine berwarna merah jingga. Pemberian rifampisin umumnya berlangsung selama 3-6 bulan.

Pirazinamid telah termasuk obat pilihan ke-4 untuk pengobatan tuberkulosis sejak tahun delapan-puluhan. Keistimewaannya adalah ketahanannya dalam suasana asam. Karena bersifat relatif lebih toksik dari ketiga obat terdahulu, obat ini hanya digunakan dalam jangka pendek, yaitu tidak lebih dari tiga bulan.

Advertisement