PENGERTIAN TUBERKULOSIS

adsense-fallback

Atau penyakit tbc, adalah suatu penyakit infeksi yang biasanya mengenai paru manusia dan disebabkan oleh kuman Mycobacterium tuberkulosis atau kuman tbc. Kuman ini berbentuk batang halus dengan panjang 0,001 -0,004 milimeter dan lebar 0,0002 – 0,0004 milimeter, yang dapat dilihat jelas di bawah mikroskop bila diberi pewarnaan tertentu. Penyakit ini masih banyak adanya di Indonesia, dan menjadi masalah kesehatan masyarakat terutama pada golongan penduduk dengan tingkat so- sioekonomi rendah yang tinggal di perumahan padat dan tidak sehat, dengan status gizi yang buruk. Anak- anak dan orang tua lebih rentan terhadap penyakit ini dibandingkan kelompok dewasa muda. Demikian pula kebiasaan merokok atau paparan terhadap polusi udara meningkatkan risiko terhadap penyakit ini.

adsense-fallback

Tuberkulosis umumnya ditularkan melalui pernapasan atau tetesan ludah. Tidak semua orang yang terinfeksi akan menderita penyakit ini karena banyak di antaranya yang sudah mempunyai kekebalan alami. Pada orang yang daya tahan tubuhnya rendah, kuman yang masuk ke dalam paru akan bersarang pada kelenjar getah bening di sekitar percabangan bronkus dan kemudian menyebar ke bagian paru lainnya. Jaringan paru di sekitar kuman akan bereaksi untuk melokalisasi infeksi, sehingga terbentuk tuberkel-tu- berkel pada paru. Kuman di dalam tuberkel ini biasanya mati, namun ada pula yang tetap hidup dan aktif kembali bila daya tahan tubuh menurun. Penyebaran ke organ lain terjadi melalui aliran getah bening.

Walaupun umumnya penyakit ini menyerang paru (sekitar 90 persen), organ lain juga dapat terkena, misalnya kulit, ginjal, sumsum tulang, tulang, dan kelenjar getah bening. Gejala yang timbul tergantung pada organ yang diserangnya, tetapi umumnya disertai turunnya nafsu makan dan berat badan, demam, mudah lelah, sulit tidur, dan banyak berkeringat pada malam hari. Bila mengenai paru, gejala khasnya adalah batuk kronis, keluarnya dahak yang kadang-kadang mengandung darah, atau batuk berdarah. Bila kuman menyebar ke organ lain, gejalanya akan ber-tambah sesuai dengan gangguan fungsi organ yang terkena. Karena penyakit ini bersifat kronis, gejalanya penyakit tbc tidak selalu jelas dan kadang-kadang baru diketahu: dari pemeriksaan foto paru. Gejala pada anak-anak dapat hanya berupa kelambatan pertimbuhan, disertai batuk dan demam yang sering disangka penyakit influenza yang tidak sembuh-sembuh. Demikian juga pada orang tua, gejala batuk se-ring dianggap sebagai “batuk tua” saja karena gejala lain tidak nyata.

Pengobatan memerlukan waktu yang cukup lama, yaitu minimal setahun. Hal ini sering menyebabkan pengobatan yang tidak tuntas, akibat keterbatasan biaya atau kurangnya kepatuhan penderita untuk minum obat secara teratur. Obat antituberkulosis yang sering dipakai antara lain adalah INH, streptomisin, etambu- t >1, dan rifampisin. Pencegahan dilakukan dengan memberikan vaksinasi BCG pada bayi. Pada tingkat individu, pencegahan yang dianjurkan adalah menjaga kebersihan diri dan lingkungan perumahan, makan makanan yang bergizi, dan menjauhi sumber infeksi. Dengan semakin berkembangnya upaya pengobatan, dan semakin meningkatnya status sosioekonomi masyarakat, dewasa ini kematian akibat penyakit tbc sudah sangat menurun. Namun demikian angka kejadian penyakit ini masih perlu diturunkan.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback