Advertisement

Dalam mitologi Hindu, adalah raja keturunan Ikshwaku, putra Raja Trivrishan. Dikisahkan oleh Sayana, juru tafsir kitab-kitab suci Hindu yang mengutip dari kitab Satyayana Brahmana, bahwa pada masa pemerintahan Tryaruna, keturunan Ikshwaku pernah kena kutuk. Dikisahkan, pada suatu ketika Tryaruna sedang berkeliling naik kereta yang dikemudikan Purohita, pendita keluarga Kerajaan Ikshwaku. Di tengah jalan, ketika melaju kencang, kereta tersebut melindas seorang bocah brahmana. Akibatnya bocah brahmana itu meninggal dunia. Kemudian peristiwa ini disidangkan dalam pengadilan Kerajaan Ikshwaku. Diputuskan oleh hakim bahwa Purohita bersalah dan harus menerima hukuman.

Didorong rasa bersalah, Purohita, yang sebenarnya adalah Vrisa, dengan mantra-mantranya berusaha menghidupkan kembali bocah brahmana yang terlindas. Ia berhasil dalam usahanya itu, dan tidak rriau menerima keputusan yang menghukum dirinya. Ia lalu mengucapkan mantra-mantra mengutuk keluarga keturunan Ikshwaku: “Mulai hari ini api tidak lagi menjadi pedupaan sembahyang keluarga Ikshwaku dan api juga tidak akan membantu keluarga ini untuk masak-memasak di dapur mereka.” Mendengar kutukan ini Tryaruna sangat khawatir, ia lalu menyembah Purohita dan memohon agar membatalkan kutukannya. Demikianlah api kembali menjadi sumber pemujaan dan masak-memasak dalam keluarga Ikshwaku.

Advertisement

Advertisement