Advertisement

Suatu bahan peledak padat yang kuat, dengan rumus kimia CH3C6H2(N02h yang populer dengan singkatannya: TNT. Bahan ini dibuat dengan menitrasi toluena. Digunakan asam nitrat pekai dan dengan kehadiran asam sulfat pekat. Nitrasi ini berjalan dalam tiga tahap; pada tahap pertama terbentuk mononitrotoluena, kemudian pada tahap kedua dinitrotoluena. Akan diperoleh kristal kuning muda yang dapat menua menjadi cokelat. Kristal ini mudah larut dalam alkohol, benzena, maupun aseton, tetapi tidak dalam air.

Kristal-kristal TNT dapat ditangani dengan aman, bahkan dapat dilelehkan dengan kalor secukupnya tanpa meledak. TNT hasil pembekuan tidak sepeka TNT kristal terhadap guncangan. Oleh karena itu da- pai digunakan sebagai bahan peledak dalam granat, ranjau, peluru mortir maupun bom. TNT yang dilelehkan dengan menggunakan kukus dimasukkan ke dalam selongsong peluru dan dibiarkan membeku. Kadang-kadang TNT digunakan bersama-sama dengan PETN dan RDX, dengan mencampurkan bahan-bahan peledak itu.

Advertisement

Debu TNT dapat menimbulkan eksema yang gatal pada kulit. Di samping itu zat ini akan menguningkan kulit, kuku, rambut pirang, dan selaput lendir. Orang yang menghirup debu TNT atau menelan TNT dapat terkena gangguan pencernaan, hepatitis toksik, dan anemia. Salah satu tanda yang nyata terkenanya TNT adalah sianosis (membirunya kulit dan selaput lendir, misalnya oleh banyaknya methemoglobin, yaitu oksi- hemoglobin yang terikat pada ion besi) oleh karena timbulnya methemoglobinemia. Ada yang kemudian mendapat gangguan ginjal dan saluran air seni, perasaan capek, dan bila lebih parah kejang-kejang serta pingsan.

Advertisement