PENGERTIAN TRINIL

adsense-fallback

Situs manusia purba yang terkenal. Pada akhir abad yang lalu, di situs ini ditemukan fosil tengkorak dan tulang-tulang paha manusia Trinil yang berwarna cokelat kehitam-hitaman dan kemudian dikenal sebagai Pithecanthropus erectus. Sekarang manusia Trinil tersebut digolongkan ke dalam Homo erectus erectus. Untuk menunjuk tempat penemuan manusia purba tersebut telah didirikan sebuah tugu di seberang (selatan) Bengawan Solo di Klitheh. Trinil terletak di tepi Bengawan Solo sebelah selatan, kira-kira 14 kilometer sebelah barat kota Ngawi, atau 73 kilometer dari Surakarta arah timur laut; tepatnya di Dukuh Pilang, Kelurahan Kawu, Kecamatan Kedunggalar, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur.

adsense-fallback

Trinil merupakan bagian dari kaki Gunung Lawu. Secara geologis, daerah yang merupakan lapisan Pleistosen tersebut terangkat dan tersingkap serta membentuk bantaran Solo yang tertutup lava dan abu vulkanik. Lapisan Trinil ini termasuk formasi Kabuh dan mengandung banyak fosil hewan, termasuk fauna Trinil yang merupakan kelanjutan fauna Jed s, dan fosil tumbuhan. Jauh di bagian atas situs ini terdapat teras sungai yang termasuk formasi Notopuro.

Kepurbaan temuan manusia tersebut dari kala Pleistosen Tengah, sesuai dengan pertanggalan fauna Trinil, atau 500.000- 830.000 tahun sebelum sekarang, atau berdasarkan pertanggalan Kalium/Argon pada basalt/tektit/batu apung dari batuan vulkanik tempat ditemukan sisa manusia purba itu.

Manusia Trinil berbadan tegap dengan tinggi kira- kira 165 – 170 sentimeter dan bobot lebih kurang 104 kilogram. Isi tengkoraknya 900 sentimeter kubik atau dua kali lipat otak Australopithecus atau dua pertiga otak manusia modern rata-rata. Giginya relatif besar dan otot kunyahnya mencolok. Di atas matanya terdapat tonjolan yang dapat bersatu dan bersambung antara kedua sisi. Di belakang mata, tengkoraknya menyempit. Bagian terlebar tengkoraknya terdapat rendah pada dasar tengkorak. Tulang pahanya hampir seperti manusia modern dan sudah menunjukkan kemampuan berdiri dan berjalan tegak, meskipun berlainan dengan manusia modern. Temuan ini berjenis kelamin laki-laki dan perempuan, baik dewasa maupun remaja.

Temuan tengkorak manusia ini, di samping temuan gigi, pertama kali ditemukan pada tahun 1891 oleh Eugene Dubois, seorang dokter dan ahli anatomi Belanda; selanjutnya ditemukan pula sisa manusia yang lain. Cara hidup manusia Trinil adalah berburu binatang dan meramu hasil hutan, terutama berburu hewan besar. Oleh sebab itu, mereka termasuk pemakan daging, dan mungkin sudah menggunakan api. Manusia purba ini juga sudah mempunyai kelompok sosial yang sederhana.

Temuan serta terutama fosil hewan yang banyak, antara lain badak, tapir raksasa, babi, rusa, panda, kuda sungai, gajah (Stegodon), hewan pemakan daging (misalnya harimau), hewan berteracak (misalnya antelope kecil dan rusa jenis Axis lydekkeri), hewan pengerat, hewan pemakan serangga, dan primata. Temuan lainnya berupa fosil tetumbuhan. Temuan serta bu ‘aya tidak ada.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback