Advertisement

Suatu jenis cacing gilig kecil yang biasanya hidup pada hewan seperti babi dan tikus. Pada manusia, cacing ini menimbulkan penyakit yang disebut trikinosis. Cacing ini ditemukan di seluruh penjuru dunia, terutama negara yang penduduknya pemakan daging babi setengah matang. Di Indonesia adanya penyakit ini belum pernah dilaporkan.

Bentuk dewasanya halus seperti rambut. Yang betina panjangnya 3-4 milimeter, sedangkan yang jantan kira-kira 1,5 milimeter. Ujung depannya halus, sedangkan ujung belakang cacing betinanya mem- bundar. Pada cacing jantan, ekornya melengkung ke bagian perut dan mempunyai dua tonjolan. Pada bagian kerongkongannya terdapat sel-sel berbentuk seperti rantai tasbih, dan disebut stikosit. Cacing betina bersifat vivipar, sehingga dalam rahimnya terdapat larva.

Advertisement

Advertisement