Advertisement

Kendaraan pengangkut penumpang yang berjalan di atas rel dan biasanya digunakan di kota- kota besar. Trem kebanyakan digerakkan oleh motor bertenaga listrik (meskipun dulu ada juga trem bertenaga uap atau bahkan kuda). Sumber daya listrik didapatkan dari jala-jala listrik di sepanjang rute trem. Trem jenis lain, yang disebut trem kabel, ditarik oleh kawat baja yang dipasang di bawah tanah.

Pada masa lampau, trem ditarik oleh kuda atau menggunakan tenaga penggerak dari baterai. Penggunaan baterai sebagai tenaga penggerak tentu saja sangat boros dan tidak efisien, karena baterai itu mahal dan berat. Trem bertenaga baterai mula-mula ditemukan oleh Thomas Davenport. Setelah ditemukannya generator pembangkit tenaga listrik, trem menggunakan jala-jala listrik sepanjang jalur rel sebagai sumber daya penggerak. Pada trem listrik, motor listrik yang digunakan untuk memutar poros roda mampu menggerakkan trem dengan kecepatan kira- kira 70 kilometer per jam. Trem kabel yang ditemukan oleh Andre Hallidie, digunakan sebagai angkutan kota di San Fransisco sejak tahun 1873. Trem”kabel cocok untuk digunakan di daerah berbuku meskipun hanya mampu melaju dengan kecepatan sekitar 30 kilometer per jam. Di Indonesia, sejenis trem yang disebut KRL (kereta rel listrik) dan KRD (kereta rel diesel) melayani angkutan penumpang jarak dekat, misalnya dari Jakarta ke Tangerang, Bekasi, maupun Bogor; serta dari Surabaya ke Sidoarjo, Kertosono, dan Pasuruan.

Advertisement

Advertisement