Advertisement

Atau proses alih bentuk dijumpai baik di dalam matematika, fisika, rekayasa, kimia, maupun biologi. Matematika. Dalam matematika, entitas (titik, garis, fungsi, dan bentuk-bentuk lain) dialihbentukkan apabila sistem koordinatnya diubah. Transformasi juga dapat berarti penurunan suatu entitas dari entitas padanannya. Kadang transformasi diartikan sebagai pengubahan bentuk entitas itu sendiri, misalnya dalam transformasi Laplace dan transformasi Fourier. Problem matematika tertentu (misalnya persamaan diferensial) ditransformasikan ke problem yang lebih sederhana sehingga bisa dipecahkan. Kemudian jawaban itu ditransformasikan lagi ke problem yang asli.

Transformasi Fourier adalah hubungan matematis antara energi dalam suatu spektrum fana (transien) dan energi dalam suatu spektrum sinambung dari frekuensi-frekuensi komponen yang berdampingan.

Advertisement

Transformasi Laplace F(p) dari suatu fungsi f(t) didefinisikan sebagai integral dari Q-prf(t)dt dari 0 ke takterhingga.

Fisika. Di bidang ini transformasi umumnya diartikan sebagai transmutasi atau disintegrasi atom atau unsur. Lihat TRANSMUTASI UNSUR.

Dalam ilmu logam transformasi pada hakikatnya adalah perubahan fase, misalnya besi gama menjadi besi alfa, atau pembentukan pearlit dari austenit. Dalam teknik kaca, titik-titik transformasi adalah titik dalam alur pemuaian versus suhu, pada titik itu lereng berubah cukup tajam. Secara umum dalam rekayasa, suhu transformasi adalah suhu berubahnya fase’ misalnya dalam pemanasan atau pendinginan besi dan baja.

Rekayasa. Teori transformasi dalam rekayasa me-ngatakan bahwa faktor yang berkaitan dengan keluluhan {yield, misalnya baja) adalah energi te- gangan-geseran per satuan volume.

Biologi. Dalam biologi transformasi diartikan (1) perubahan genotipe sel eukariotik maupun sel bakteri setelah sel itu mengambil suatu DNA yang dimurnikan; dan (2) perubahan sel dalam kultur jaringan yang diakibatkan oleh berbagai bahan sehingga sel ini dalam banyak hal berperilaku mirip sel kanker.

Pada bakteri, transformasi adalah suatu jenis re-kombinasi bakteri yang terjadi dengan perantaraan DNA asing yang masuk ke dalam bakteri itu. Pada sel eukariota, transformasi ialah perubahan laju pertumbuhan sel menjadi suatu pertumbuhan yang tidak terkendali. Peristiwa transformasi pertama kali ditemukan oleh F. Griffith dalam tahun 1928. Peristiwa tersebut kemudian merupakan dasar percobaan Avery, MacLeod, dan McCarty yang merupakan salah satu bukti bahwa DNA merupakan materi genetika. Avery dkk. melakukan percobaan transformasi dengan ku-man pneumokokus. Dalam percobaan tersebut dipakai pneumokokus yang koloninya licin dan tidak licin. Pneumokokus yang koloninya licin bersifat virulen, atau dapat menyebabkan penyakit pada tikus; dan yang koloninya tidak licin bersifat tidak virulen. Pneumokokus yang tidak virulen dicampur dengan ekstrak pneumokokus virulen yang sudah mati dan kemudian disuntikkan kepada tikus, maka kuman yang tadinya tidak virulen menjadi virulen. Dari percobaan selanjutnya ternyata bahwa bagian yang menyebabkan perubahan virulensi kuman adalah DNA.

Advertisement