PENGERTIAN TRAGEDI

adsense-fallback

Jenis drama yang tokoh utamanya menjalani konflik moral besar yang berakhir dengan bencana. Istilah “tragedi” berasal dari kata Yunani tragos yang berarti domba jantan. Dalam tragedi Yunani Kuno yang berupa suatu pertunjukan untuk menyembah dewa Dionysus, para pemain koor (chorus) berpakaian kulit bulu domba yang merupakan binatang suci dewa Dionysus. Koor ini semula berperan penting dalam pertunjukan sebagai komentator dan narator terhadap plot cerita yang disuguhkan, sebelum bentuk tragedi dikembangkan menjadi karya bernilai puitik oleh penulis-penulis Aiskilos, Sofokles, dan Euripides.

adsense-fallback

Dalam tragedi kuno, tokoh tragedi adalah orang- orang besar dan mulia yang membangkitkan simpati penonton. Tokoh ini berjuang menjalani nasibnya untuk mencapai kemenangan moral dalam bencana kekalahan fisiknya. Perjuangannya dalam melawan “nasib buruk” dilakukan dengan pegangan moral yang mulia, tetapi sekaligus menunjukkan sisi-sisi kelemahannya sebagai manusia. Justru cacat tragis inilah yang menimbulkan ironi sementara semua perjuangannya yang mulia menjadi tindakan-tindakan “dosa” yang menuntun pada situasi penderitaan. Tragedi demikian pada dasarnya ingin menunjukkan keagungan dan kemuliaan manusia dalam melawan “nasib” yang jauh lebih dahsyat dari dirinya.

Dalam tragedi modern yang muncul pada abad ke- 19, tokoh tragis terdiri atas manusia-manusia biasa yang berjuang menghadapi kekuatan-kekuatan tak mengenal moralitas yang akan menghancurkan hidupnya. Penulis-penulis tragedi modern yang terkenal antara lain adalah Henrik Ibsen, Eugene O’Neill, Anton Chekov, dan Sean O’Casey.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback