Advertisement

Adalah seluruh lata cara kehidupan ABRI, yang melandasi dan memelihara identitas TNI/ABRI. Tradisi militer merupakan fakta yang dipelihara dan dilestarikan dalam beragam wujud konfigurasi penghayatan spiritual, terutama dalam kaitan erat dengan jiwa korps yang dalam terminologi internasional lebih dikenal sebagai r esprit de corps.

Tradisi militer TNI/ABRI mempunyai arti yang sangat penting:

Advertisement

(1) Tradisi ini merupakan sumber nilai-nilai kehidupan dalam TNI/ABRI. Patriotisme, misalnya, adalah nilai tradisi dasar dan vital dalam eksistensi TNI/ABRI, sedangkan keberanian ditanamkan sebagai sumber nilai kehidupan dalam Kopassus TNI-AD;

(2) tradisi ini membentuk pola harga diri. Salah satu wujudnya yang positif misalnya kebanggaan korps;

(3) tradisi ini mempengaruhi pembentukan kesadaran moral. Tradisi yang kuat dalam suatu korps memberi kemampuan moral bagi warga korps untuk mengambi sikap tegas terhadap apa yang buruk dan apa yang baik bagi satuannya;

(4) tradisi ini berpengaruh terhadap kelancaran proses-proses sosialisasi korps. Penghayatan yang sama dan merata di dalam suatu korps mempercepat proses peleburan dan pembentukan kohesi warga korps;

(5) tradisi yang kuat dan hidup dalam penghayatan sehari-hari, secara langsung maupun tidak langsung, mempertebal dasar- dasar jiwa korps.

Terdapat pelbagai perbedaan tradisi dalam lingkup satuan, korps maupun antarangkatan (juga dalam Polri) di dalam tubuh ABRI; kendatipun sejumlah tradisi besar bersama mempersatukan mereka dalam rumpun tradisi akbar bersama.

Penghormatan Militer adalah salah satu tradisi militer yang esensial serta mendasar sifatnya, dan merupakan bagian disiplin maupun hierarki militer.

Lambang-lambang Kebesaran Kesatuan/Panji adalah perlambang kesatuan, yang kemudian juga menjadi lambang kebesaran dan wujud keberadaan

satuan. Tentara Kerajaan Yogyakarta Kuno, misalnya, memiliki panji Kiai Ageng Tunggul Wulung yang lestari hingga kini. Dalam TNI/ABRI terdapat pe:bagai jenis panji. Yang dipandang paling “tua” dan palmg tinggi tingkatannya adalah Panji ABRI. Di ba- vvah Panji terdapat Pataka, yang merupakan lambang satuan komando utama, misalnya Pataka Divisi II Kostrad. Di bawah Pataka terdapat Dhuaja, lambang kebesaran dari satuan tempur di bawah tingkat divisi, yakni pada tingkat brigade. Di bawah Dhuaja terdapat Tunggul, lambang satuan setingkat batalion (TNI- Al, Marinir TNI-AL), skadron (pada TNI-AU), dan satuan (pada Polri).

Upacara Militer misalnya Parade Malam 4 Oktober menjelang Hari ABRI dan Parade Kebesaran Hari ABRI 5 Oktober, Parade Senja maupun Surya Senja di beberapa satuan, Upacara Tabur Bunga, dan sebagainya.

Incoming search terms:

  • perbedaan duaja dan pataka

Advertisement
Filed under : Review, tags:

Incoming search terms:

  • perbedaan duaja dan pataka