PENGERTIAN TOTALITER

adsense-fallback

Dari bahasa Latin totus yang artinya seluruh atau utuh, dapat diartikan sebagai bentuk pe-merintahan dengan kekuasaan mutlak negara terhadap hampir seluruh bidang kehidupan masyarakat. Kendali pemerintahan biasanya diserahkan kepada satu partai politik dan umumnya dipimpin oleh seorang diktator. Contohnya Italia dengan Fasisme-nya di bawah Benito Mussolini, Jerman dengan Nazi-nya di bawah Adolf Hitler, Uni Soviet dengan Partai Ko- munis-nya di bawah Josef Stalin, dan Irak dengan partai Baath-nya di bawah Saddam Hussein, Spanyol dengan rezim Franco, Hungaria dengan rezim Laksamana Horty, di 1.

adsense-fallback

Dalam sistem pemerintahan yang totaliter, hak individu boleh dikatakan tidak ada. Individu dipandang sebagai hamba negara yang tidak memiliki kebebasan memilih atau hak bersuara. Pada umumnya pemerintah yang berkuasa juga melarang kelompok-kelompok perkumpulan seperti serikat buruh, partai politik, dan himpunan profesi seperti swasta, perdagangan. keagamaan, di L, kecuali yang mendukung politik negara. Dengan demikian, tak ada kelompok oposisi dalam sistem totaliter.

Rezim-rezim totaliter dapat pula diibaratkan sama dengan rezim-rezim tradisional pra-demokrasi yang otoriter/otokratis, atau mirip dengan pemerintahan militer di Amerika Latin (dalam pemerintahan Junta). Pemerintahan totaliter selalu berusaha mempertahankan kekuasaan dari satu orang atau dari suatu oligarki dalam masyarakat, tanpa harus mengubah struktur dasarnya. Mereka cenderung untuk mempertahankan struktur sosial yang tradisional dan bekerja melalui garis-garis wewenang yang ada. Yang umum terjadi dalam sistem pemerintahan totaliter adalah bah a dalam upaya menindas individu dan/atau kelompok lawan, biasanya digunakan taktik teror yang dilakukan oleh satuan tentara atau polisi rahasia. Selain itu, sensor diberlakukan untuk membungkam ke-lompok lain yang menentang atau mengecam kebijaksanaannya. Media massa hanya berfungsi sebagai pamflet atau media propaganda bagi penguasa. Berbagai bentuk pemerintahan totaliter ini memang sudah lama dikenal dalam sejarah, tetapi mencapai puncaknya pada tahun 1920-an dan 1930-an semasa Hitler, Stalin, dan Mussolini berkuasa.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback