Advertisement

Adalah kesatuan terkecil dari sistem pemerintahan pendudukan balatentara Jepang. Beberapa rumah tangga membentuk satu kesatuan di bawah ketua rukun tetangga yang disebut tonari gumi- tjo. Penyaluran distribusi dan pengawasan mata-mata menjadi tanggung jawab ketua rukun tetangga. Penerapan sistem tonarigumi ini pada dasarnya adalah pengintensifan pemerintahan yang dimaksudkan untuk memudahkan penyaluran pemerintah, distribusi, pengerahan tenaga, dan pengawasan mata-mata. Kesatuan beberapa kampung atau desa disebut kelurahan (dalam bahasa Jepang disebut ku) yang dipimpin lurah (ku t j o). Pada saat tonarigumi diterapkan, struktur pe-merintahan pangreh praja yang sudah berlaku sebelumnya tidak mengalami perubahan, hanya beberapa istilah yang diubah menjadi nama Jepang, misalnya bupati menjadi kentjo, wedana menjadi guntjo, camat menjadi sontjo, lurah menjadi kutjo, kepala rukun tetangga menjadi gumitjo.

Dibentuknya tonarigumi dalam sistem pemerin-tahan Jepang tidak lepas dari kepentingan balatentara pendudukan, yakni pengerahan pangan dari pelbagai pelosok tanah air sebagai realisasi dari kebaktian rakyat seperti yang dianjurkan dalam Gerakan Kebaktian Rakyat Jawa. Pelaksanaannya harus melalui saluran pangreh praja, karena mereka itulah yang langsung berhubungan dengan rakyat. Tonarigumi sebagai kesatuan yang terkecil memberikan bantuannya kepada pangreh praja demi kelancaran pekerjaan untuk kepentingan balatentara pendudukan. Walaupun status tonarigumi diletakkan di bawah pangreh praja, segala konsepsi dan tugasnya diatur sendiri oleh Jepang, lepas dari kepangrehprajaan dan sepenuhnya menjadi alat rezim militer Jepang. Dengan sistem tonarigumi, perintah militer Jepang cepat sekali sampai kepada rakyat. Pihak Jepang dapat mengontrol peristiwa yang terjadi di kalangan masyarakat dan dapat menyampaikan langsung keinginannya kepada rakyat.

Advertisement

Setelah Indonesia merdeka, sistem tonarigumi ma-sih dipertahankan, dengan pemberian isi lain yang sesuai dengan suasana kemerdekaan. Tonarigumi disebut rukun tetangga dan dibebani tugas pertahanan rakyat. Rukun tetangga lalu menjadi organisasi kebaktian rakyat yang diselenggarakan oleh rakyat sendiri demi kepentingan revolusi. Kerukunan rakyat itu kemudian dit’ngkatkan. Di atas rukun tetangga dibentuklah rukun kampung dan pada tingkatan yang lebih tinggi lagi dibentuk rukun desa.

Incoming search terms:

  • pengertian tonarigumi
  • penjelasan tonarigumi
  • apa maksud dan tujuan dibentuknya sistem tonarigumi

Advertisement
Filed under : Antropologi, tags:

Incoming search terms:

  • pengertian tonarigumi
  • penjelasan tonarigumi
  • apa maksud dan tujuan dibentuknya sistem tonarigumi