Advertisement

Atau anatoksin, adalah suatu eksotoksin yang telah diubah dengan jalan mengolahnya dengan formalin sehingga toksisitasnya hilang, namun tetap mempunyai sifat antigenitasnya yang bersifat spesifik. Senyawa ini sangat berguna sebagai imunogen, yang dapat merangsang tubuh untuk membentuk antitoksin spesifik yang homolog dengan eksotoksin- nya, bila disuntikkan ke dalam tubuh. Dengan demikian tubuh akan mempunyai kekebalan aktif terhadap eksotoksin tersebut.

Reaksi antara toksin dan antitoksin adalah spesifik, seperti yang dapat terjadi misalnya pada toksin difteri, tetanus, atau botulisme dengan antitoksinnya masing- masing. Kekuatan antitoksin biasanya dinyatakan dengan satuan atau Unit Internasional (UI), yj.itu banyaknya antitoksin yang terdapat dalam 0,0628 miligram antitoksin kering standar seperti yang ditetapkan oleh Institut Serum di Copenhagen. Satuan lain yang dipakai adalah dosis Lt (Limes tod), yang didefinisikan sebagai banyaknya toksin terkecil yang bila dicampur dengan 1 unit antitoksin dan disuntikkan secara subkutan pada marmot yang beratnya 250 gram dapat menimbulkan kematian hewan itu dalam empat hari. Satuan yang disebut dosis Lf (unit floku- lasi) didefinisikan sebagai banyaknya toksin yangda. pat mengadakan flokulasi secara cepat dengan 1 Unjt antitoksin dalam satu deretan campuran yang me. ngandung antitoksin dalam jumlah yang tetap dengan toksin dalam jumlah berbeda-beda. Nilai ini dihitung dari hasil percobaan.

Advertisement

Potensi antitoksin dapat diukur atas dasar kemampuannya menetralisasi toksin, bila campuran kedua zat tersebut disuntikkan pada binatang percobaan. Hal ini juga dapat dilihat dari terjadinya endapan toksin- antitoksin dalam percobaan yang dilakukan di laboratorium bila kedua zat tersebut dicampurkan.

 

Advertisement