Advertisement

Atau vitamin E, tergolong vitamin yang larut dalam lemak. Di alam terdapat beberapa jenis tokoferol yang aktif sebagai vitamin E, tetapi bentuk yang mempunyai aktivitas biologis terbesar sebagai vitamin ialah alfa-tokoferol.

Pada manusia fungsi utamanya sebagai antioksi-dan, yang melindungi lemak tidak jenuh dalam membran sel dan subsel terhadap reaksi peroksidasi yang dapat mengganggu integritas membran. Beberapa bukti menunjukkan bahwa vitamin E dapat memperlambat proses penuaan, walaupun hal ini masih diperdebatkan. Pada beberapa binatang, misalnya ayam dan lembu, vitamin E diperlukan untuk kesuburan (tokoferol berasal dari kata Yunani tokos, yang berani kelahiran; dan pherein, yang berarti membawa), namun hal ini belum dapat dibuktikan pada manusia.

Advertisement

Penelitian pada tikus menunjukkan bahwa defi-siensi vitamin E menyebabkan sistem reproduksi terganggu; pada hewan jantan menyebabkan pembentukan sperma terhambat dan buah zakar mengecil, sedangkan pada yang betina dapat menyebabkan ke- matian janin. Demikian pula perkembangan otot dapat terganggu, sehingga terjadi kelumpuhan. Bila yang terkena otot jantung, hal ini dapat mengakibatkan kematian.

Defisiensi vitamin E pada manusia jarang ditemukan, namun dapat terjadi bila penyerapan (absorpsi) lemak di usus terganggu. Gejala yang timbul biasanya akibat rapuhnya sel darah merah sehingga mudah pecah, dan menimbulkan anemia.

Sumber terpenting vitamin E ialah minyak bijian (kapas, jagung, bunga matahari, kedelai, dan kacang tanah), dan berbagai kecambah (gandum, taoge). Sumber lain ialah susu, telur, dan daging. Kebutuhan per hari pada orang dewasa berkisar 8-10 miligram.

 

Advertisement