Advertisement

Binatang anggota reptilia yang memiliki kepala besar dan moncong berbentuk segi tiga. Badannya ditutupi banyak sisik kecil berbentuk segi banyak. Sisik di bagian kepalanya cembung, sedangkan di bagian lainnya pipih. Sisik yang terdapat di bagian punggungnya mempunyai susunan tidak tumpang tindih, sedangkan yang di bagian perutnya tumpang tindih. Selain sisik kecil, pada bagian punggungnya juga terdapat bintil-bintil agak besar yang tersusun dalam 12 baris memanjang. Secara keseluruhan, badannya berwarna abu-abu atau agak keputihan dengan bercak-bercak merah. Pada ekornya yang berbentuk silindris terdapat semacam cincin-cincin berwarna gelap. Panjang badannya, termasuk ekor, dapat mencapai lebih kurang 25 sentimeter; setengah dari panjang tersebut adalah bagian badan.

Tokek termasuk binatang malam yang dapat di-jumpai di sekitar permukiman manusia. Makanan utamanya serangga. Binatang ini sering kali menge-luarkan suara tok…kek…tok…kek. Pada siang hari, biasanya tokek bersembunyi di balik atap rumah yang gelap, lubang batang pepohonan, kayu, ataupun kaso bambu. Di antara kerabat sesukunya, tokek merupakan jenis yang berukuran paling besar. Telurnya berbentuk lonjong. Setiap kali bertelur, induknya mengeluarkan 1 – 2 butir. Biasanya induk tokek meletakkan telurnya pada permukaan yang vertikal dar melekatkannya sedemikian rupa sehingga aman sementara kerabangnya mengeras. Daerah penyebarannya di sekitar Asia Tenggara; di Indonesia, penyebarannya meliputi Sumatra, Jawa, Kalimaiuan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Kepulauan Aru.

Advertisement

Advertisement