PENGERTIAN TOAPEKONG

adsense-fallback

Dalam alam kepercayaan Cina, adalah makhluk halus yang dipuja dan dikeramatkan. Kepercayaan ini bersumber dari pemujaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa (Shang Ti). Bila di dunia ada kaisar yang menjadi penguasa tunggal, di langit ada Tuhan Yang Maha Esa yang memiliki kekuasaan tertinggi atas seluruh alam semesta. Dalam menjalankan kekuasaanNya Tuhan mempunyai banyak pembantu, berwujud dewa dan dewi, yang bertugas mengawasi jalannya aturan langit dan perbuatan manusia di kawasannya masing-masing. Dalam kepercayaan Cina, para pembantu inilah yang disebut Toape- kong, yang dipuja di berbagai kuil dan kelenteng. Toapekong dipandang sebagai wakil Tuhan di dunia, dan dipercaya mampu menolong manusia mengatasi berbagai persoalan dalam kehidupan sehari-hari.

adsense-fallback

Salah satu Toapekong yang terdekat dengan kehidupan manusia adalah Ciao Kun Kong atau Toape*

leong Dapur. Dipercaya bahwa Ciao Kun Kong tinggal di dapur setiap rumah orang Cina. Setiap tanggal 24 bulan 12 menurut penanggalan bulan, Toapekong Dapur berkewajiban menghadap Tuhan untuk melaporkan perilaku orang-orang yang tinggal di rumah 1 tempatnya dipuja. Beberapa hari kemudian, tanggal 4 bulan 1, Toapekong turun kembali ke bumi. Bagi orang Cina tanggal 9 bulan 1 penanggalan bulan dipercayai sebagai hari ulang tahun Tuhan Allah. Oleh karenanya, pada hari itu biasanya diselenggarakan sembahyangan bagi Tuhan Allah.

Selain Toapekong Dapur, beberapa Toapekong lain dipuja karena dipercaya dapat melimpahkan berbagai macam berkah. Han Tan Kong, misalnya, dipuja karena merupakan pemberi obat yang manjur, seperti juga Li Ti Kuai. Lu Tong Pin dipuja sebagai pelindung karya sastra, Lu Pan dipuja sebagai pelindung para tukang kayu, sedangkan M a Co Poi merupakan pelindung para pelaut.

Dalam kaitannya dengan perbuatan manusia, dalam lingkup kepercayaan Cina juga dikenal raja neraka yang bernama Giam Lo Ong. Raja Neraka ini juga memiliki hierarki seperti di dunia. Pembantu-pem- bantunya berkewajiban membawa arwah manusia yang melakukan pelanggaran di dunia ke hadapan Giam Lo Ong untuk diadili. Tetapi seperti juga di dunia, pembantu-pembantu tersebut dipercaya dapat disuap untuk mengubah catatan pelanggaran manusia agar hukumannya menjadi ringan.

Salah satu kasus yang diyakini bersumber dari kisah “Perjalanan ke Barat” (See Yn Ki atau H si Yu Chi) dan kemudian berpengaruh luas di kalangan masyarakat Cina, adalah kisah kematian Kaisar Li Si Bin dari Dinasti Tong dan pertemuannya dengan Giam Lo Ong. Dalam kisahnya, catatan usia kaisar diubah oleh pembantu Giam Lo Ong karena rasa simpati sehingga kaisar diperkenankan kembali ke dunia. Sebelum kembaii ke dunia kaisar sempat bertanya kepada penghuni neraka, apa kekurangan yang mereka rasakan? Mereka menjawab bahwa di neraka tidak ada semangka dan mereka amat menginginkannya. Karena itu, Kaisar berjanji akan mengirim semangka kepada mereka bila sudah kembali ke dunia. Kemudian Kaisar melaksanakan janji ini dengan membekalkan buah semangka pada setiap orang yang meninggal. Kepercayaan ini berlanjut terus dalam masyarakat Cina dan masih dapat disaksikan hingga kini. Ini dapat dilihat dari tradisi membanting semangka hingga hancur, pada saat peti mati akan diberangkatkan dari rumah duka untuk disempurnakan. Buah ini menjadi bekal bagi arwah yang meninggal untuk disampaikan kepada penghuni neraka.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

Incoming search terms:

  • pengertian toapekong

adsense-fallback