Advertisement

Pohon hutan yang tingginya sampai 30 meter. Ujung cabang atau ujung batangnya bersisi empat dengan sudut agak menumpul. Daunnya relatif besar dengan panjang hampir 0,5 meter; bentuknya bundar telur melebar atau bundar telur terbalik. Perbungaannya yang muncul di ujung berbentuk tandan dengan Percabangan berupa payung menggarpu, sehingga secara keseluruhan seperti piramid. Bunganya berwarna Putih. Buah batunya berbentuk lonjong atau bundar

telur sungsang; buah mudanya berwarna hijau, sedangkan buah masaknya merah. Pohon ini banyak adanya di Ambon, Banda, atau Seram. Kayu titi berwarna keputih-putihan, ringan”, tidak keras, dan mudah dikerjakan. Pohon ini kadang-kadang sengaja ditanam orang untuk bahan pembuat sampan atau peralatan rumah tangga. Kayunya memiliki daya keawetan cukup tinggi terhadap air laut. Selain itu, kayu ini juga mengapung di permukaan air dan ringan untuk didorong atau dipanggul. Pepagannya digunakan sebagai pembunuh kuman atau antiinfeksi pada luka baru maupun luka lama dan bernanah. Di Seram terdapat pohon titi yang berwarna kemerahan; pohon seperti ini dianggap kurang baik sebagai bahan pembuat sampan, karena mudah retak setelah terendam air laut.

Advertisement

Advertisement