Advertisement

Tipe-tipe Buah, Dalam menguraikan berbagai tipe buah, secara mudah buah dapat dibagi ke dalam dua tipe, menurut keadaan daging buahnya waktu matang, yaitu buah kering dan buah sukulen.

Buah kering dapat dibagi lebih lanjut apakah buah itu tidak merekah atau merekah ( 7.8). Buah kering tidak merekah biasanya berisi satu biji, dalam hal ini disebut buah longkah (achenes). Buah longkah adalah khas terbentuk dar. daun buah tunggal, tetapi buah Compositae dan Gramineae.yang terbentuk dari bakal buah yang berdaun buah dua, juga dianggap sebagai buah longkah, sebab hanya satu daun buah Yang berisi satu biji yang sampai matang. Pada buah longkah iagung ( 7.8a), Sorghum atau rumput-rumputan lain, perikarpnya sangat tipis dan berfusi dengan testa pembung-kus biji. Buah keras (nut) berbeda dengan buah longkah hanya karena perikarpnya yang sangat keras. ‘Biji’ jambu monyet adalah buah keras sejati ( 7.8c), sedangkan ‘buahnya’, yaitu tempat buah keras menempel adalah pembengkakan dari gagang buah dan penyangga yang berdaging. Suatu buah longkah yang perikarpnya melebar membentuk sayap disebut samara ( 7.8b).

Advertisement

Buah kering merekah berisi biji banyak dan terdapat 2 tipe dasar; tipe kapsul, yang dinding buahnya merekah sepanjang garis tertentu sebagai akibat dari tegangan pada jaringan sewaktu mengering, dan tipe skizokarp, yang buahnya setelah matang terpecah menjadi bagian-bagian yang masing-masing berisi satu biji yang tertutup. Tipe yang paling sederhana dari buah kapsul ini ialah polong (legume atau pod) yang menjadi sifat pembeda bagi Leguminosae. Polong terbentuk dari satu bakal buah di atas yang berdaun buah tunggal dan jika matang merekah terbuka pada kedua •pinggir dari ujung sampai ke titik perlekatan ( 7.8h). Buah bumbung (follicle) bersamaan dengan polong hanya bedanya merekahnya hanya pada satu pinggir. Buah kering merekah yang memiliki daun buah dua atau lebih akan membentuk kapsul. Kapsul dengan tiga daun buah biasa terdapat pada monokotil, sedangkan kebanyakan dikotil memiliki kapsul berdaun buah lima. Kebanyakan kapsul merekah melalui celah membujur (Gam-bar 7.8k), tetapi sebagian kecil, misalnya pada Portulaca dan Celosia ( 7.8j), terdapat garis horizontal yang rapuh, sehingga bagian atas kapsul terlepas seperti tutup kotak. Buah skizokarp, seperti buah kapsul, merekah juga, tetapi bukan bijinya yang muncul melainkan buah itu terpecah menjadi sejumlah bagian yang sama dengan jumlah daun buah dan masing-masing bagian berbiji satu. Bijinya tetap terbungkus di dalam jaringan daun buah, sehingga masing-masing bagian buah dapat disamakan dengan satu buah longkah. Buah skizokarp adalah khas buah-buah Malvaceae ( 7.8e). Satu tipe buah yang mirip dengan skizokarp ialah lomentum, yaitu satu polong yang tidak membuka melalui celah membujur seperti polong yang umum, melainkan robek melintang menghasilkan segmen berbiji tunggal ketika buah mengering ( 7.8g).

Buah sukulen mempunyai dua tipe utama, yaitu buah batu (drupe) dan buah buni (berry), kedua-duanya tidak merekah Buah buni berbeda dengan buah batu terutama karena :idak memiliki batok yang keras, walaupun masih memiliki iiji keras (pips) yang banyak jumlahnya. Pada buah buni keseluruhan perikarp lembek dan berair, dan dalam perkembangannya ruang-ruang bakal buahnya menghilang dan perikarpnya membungkus semua biji. Setiap biji mungkin memiliki kulit biji yang keras, tetapi kulit ini berasal dari :estanya sendiri dan bukan dari perikarp. Kurma (Phoenix dactylifera) adalah satu buah buni berbiji satu, sebab ‘pip’-nya adalah biji dan tidak berisi satu biji seperti biji berbatok pada mangga. Buah buni dapat terbentuk dari bakal buah di atas atau bakal buah terbenam, yang biasanya terdiri atas 2 daun buah atau lebih. Pada pisang (Musa paradisiaca) bakal buahnya terbenam, sebab bekas-bekas hiasan bunganya yang :nengering biasanya dapat terlihat di bagian atas buah. Dalam hal ini buah buni itu terbentuk dari bakal buah yang berdaun buah tiga dengan plasenta ketiak, sebab walaupun bakal biji pisang tidak berkembang secara normal menjadi biji, daging buah terbagi menjadi tiga bilah membujur dan bakal biji abortif letaknya di ketiak. Pada pepaya (Carica papaya) buah buni terbentuk dari bakal buah di atas, sebab bekas-bekas kelopak (jika ada) dapat terlihat di pangkal buah. Berlawanan dengan pisang, pepaya terbentuk atas bakal buah yang berdaun buah lima dengan plasenta parietal. Semua tipe buah yang tersebut di atas adalah buah ‘tunggal’, dalam pengertian bahwa buah itu terbentuk dari satu bakal buah yang berada dalam satu bunga, akan tetapi banyak pula buah ‘majemuk’ yang terbentuk dari sekumpulan bakal buah yang terpisah. Jika buah ini merupakan ginoesium yang apokarp dari satu bunga, seperti halnya pada sarikaya (Annona squamosa) ( 7.10), buah itu disebut buah ganda (aggregate fruit). Sebaliknya, jika bakal buah berasal dari bunga-bunga dalam satu perbungaan, seperti halnya pada keluwih (Artocarpus communis), buah ara (Ficus), dan nenas (Ananas comosus), buah itu digolongkan ke dalam buah majemuk (multiple fruit).

Klasifikasi buah yang diuraikan di sini adalah secara empiris, tetapi bermanfaat untuk klasifikasi dan identifikasi angiosperma. Sebagaimana halnya kebanyakan klasifikasi biologi, terdapat pula kekecualian. Beberapa polong tidak merekah, misalnya kacang tanah (Arachis hypogaea), dan beberapa kapsul tidak sukulen, misalnya apel ‘akee’ (Blighia sapida). Perlu ditekankan di sini, bahwa buah hanya dapat dimengerti jika kita ingat pada fungsinya, yaitu sebagai pemencar biji.

Advertisement