Advertisement

INTEREST COVER / PENUTUPAN BUNGA adalah suatu ukuran pembukuan di mana penghasilan suatu perusahaan dapat menutup pembayaran BUNGA (INTEREST) atas PINJAMAN (LOANS); yang menggambarkan keuntungan setelah dipotong pajak sebagai rasio dari bunga yang tertunggak.

INTEREST RATE / TINGKAT BUNGA adalah jumlah tertentu BUNGA (INTEREST) yang harus dibayarkan peminjam kepada pemberi pinjaman atas sejumlah uang tertentu untuk membiayai KONSUMSI (CONSUMPTION) dan INVESTASI (INVESTMENT). Tingkat bunga ditentukan oleh kekuatan permintaan dan penawaran dana di PASAR UANG (MONEY MARKET) . Semakin murah biaya peminjaman uang, semakin banyak uang yang akan diminta oleh rumah tangga dan dunia usaha. Semakin tinggi tingkat bunga semakin besar persediaan dana yang dapat dipinjamkan. Tingkat keseimbangan dari bunga ditentukan oleh perpotongan dari permintaan (Dm) dan penawaran (Sm) dana yang dapat dipinjamkan — tingkat bunga R dalam Gambar 89. Dalam teori, penguasaan moneter dapat mengawasi tingkat buga dengan mengubah PERSEDIAAN UANG (MONEY SUPPLY) . Jika jumlah uang meningkat dari Sm ke Sm! maka akan menurunkan keseimbangan tingkat bunga dari R ke Rp dan melalui tingkat bunga, menurunkan juga total pengeluaran (PERMINTAAN AGREGAT (AGGREGATEDEMAND)) dalam perekonomian. (LihatMONEY SUPPLY/SPENDING LINKAGES) .
Ada beberapa perdebatan tentang sensitivitas bunga dalam skedul permintaan dan penawaran terhadap uang. Aliran Keynes (Lihat KEYNESIAN ECONOMICS) memperdebatkan bahwa tabungan adalah fungsi dari tingkat pendapatan, bukan tingkat bunga, sehingga persediaan dana yag dapat dipinjamkan relatif tidak elads terhadap bunga. Aliran Keynes juga memperdebatkan bahwa rencana investasi terutama ditentukan oleh harapan dunia usaha mengenai kegiatan ekonomi di mana datang, di mana biaya modal adalah nomor dua, sehingga permintaan dana yang dapat dipinjamkan juga relatif tidak elastis terhadap bunga. Hal ini berarti walaupun perubahan yang cukup besar pada tingkat bunga kemungkinan tidak mempunyai pengaruh yang besar atas jumlah uang yang dibutuhkan dan dihancurkan, demikian pula terhadap pengeluaran konsumsi dan investasi. Berbeda dengan aliran monetaris i (Lihat MONOTARISM), yang menyatakan bahwa permintaan dan penawaran dana yang dapat dipinjamkan adalah relatif eiatis terhadap bunga, sehingga perubahan kecil dalam tingkat bunga dapat berakibat besar pada pengeluaran konsumen dan investasi.
Beberapa tigkat bunga jangka pendek yang utama dapat diidentifikasi di Inggris, termasuk TINGKAT BUNGA KLIRING ANTARBANK (INTERBANK CIJCARING INTEREST RATE) (di mana BANK KOMERSIAL (COMMERCIAL BANKS) memberikan pinjaman jangka pendek ke bank komersial lainnya); BILL-DISCOUNTING INTEREST RATE (tingkat bunga bank sentral atas pinjaman jangka pendek) di mana bank sentral bersedia memberikan pinjaman kepada discount houses dalam kapasitasnya sebagai “sumber pinjaman terakhir”; TINGKAT BUNGA DASAR (BASE RA77:) ‘dasar’ perhitungan tingkat bunga yang dipakai oleh bank komersial dalam penetapan bunga pinjaman kepada nasabahnya). Semua tingkat bunga ini saling berkaitan erat dan tunduk kepada pengawasan Bank of england sebagai bagian dari pelaksanaan KEBIJAKAN MONETER (MONETARYPOUCY) . Sebelumnya tingkat bunga dasar dikaitkan langsung dengan ‘tingkat bunga bank’, tetapi akhir-akhir ini penguasa moneter memberikan pengawasan tingkat bunga secara tidak langsug dengan ‘operasi pasar terbuka’, yaitu, membeli dan menjual surat-surat berharga pemerintah untuk menurunkan atau menaikkan persediaan dana yang dapat dipinjamkan. Tingkat bunga atau BIAYA MODAL (COST OF CAPITAL) faktor yang penting dalam kaitannya dengan keputusan investasi perusahaan (lihat INVESTMENT APPRAISAL). Tingkat bunga yang dikenakan untuk setiap transaksi tertentu akan tergantung atas beberapa pertimbangan, seperti tujuan dan jangka waktu dari pinjaman, jumlah uang yang dipinjam, JAMINAN YANG DITAWARKAN (COLLATERAL SECURITY) (apabila ada), faedah kredit bagi peminjam, semua faktor yang mempengaruhi tingkat ‘risiko’ yang dirasa berhubungan dengan pinjaman sebagaimana dilihat oleh pemberi pinjaman.
Dalam situasi INFLASI (INFLATION) di mana harga-harga meningkat dengan cepat, adalah penting untuk membedakan antara TINGKAT BUNGA NOMINAL (NOMINAL INTEREST RATE) yang ditentukan dalam kontrak PINJAMAN (LOAN) dan TINGKAT BUNGA EFEKTIF (EFFECTIVE INTEREST RATE) atau riil yang memberikan pengaruh inflasi dalam menurunkan NILAI RIIL (REAL VALUE) atau DAYA BELI (PURCHASING POWER) dari bunga yang diterima (lihat REAL INTEREST RATE). Lihat MONEY DEMAND SCHEDULE, MONEY SUPPLY SCHEDULE, MARGINAL EFFICIENCY OF CAPITAL/INVESTMENT, APR, LIBOR.

Advertisement

Advertisement