Advertisement

Terbit pertama kali pada tahun 1923 berdasarkan konsep Henry Luce, sang penciptanya, yang menginginkan majalah berita dengan kemampuan “memindahkan informasi dari halaman-halamannya ke kepala pembaca dengan cepat.” Dari sekadar majalah berita Amerika Serikat, Time kemudian berubah menjadi majalah berita dunia, yang ditopang politik global serta keagresifan penyebaran kebudayaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi negeri itu ke segala penjuru dunia.

Tirasnya pada tahun 1989 sudah melewati angka 4,6 juta lebih, dengan terbitan berbagai edisi yang disesuaikan dengan kepentingan pembaca untuk belahan dunia tempat edisi yang bersangkutan diterbitkan. Fakta ini menjadikan Time sebagai majalah berita papan atas bersama dua majalah Amerika Serikat yang lain, Newsweek (3,2 juta) dan U.S. News d World Report (2,3 juta).

Advertisement

Persaingan dengan dua majalah itu mengharuskan Time mempertajam warna dan kepribadiannya. Biasanya majalah ini, setidaknya untuk edisi Asia, dikonotasikan sebagai majalah yang lebih condong ke “kanan”, untuk membedakannya dengan Newsweek yang condong ke “kiri”. Dari segi penyajiannya, Time selalu dianggap lebih “bercerita” dibandingkan dengan pesaingnya yang lebih banyak “memberitakan”.

Advertisement