PENGERTIAN THE TIME

adsense-fallback

Dinobatkan sebagai salah satu surat kabar elit kelas dunia karena dianggap ikut memperkenalkan konsep media berita yang hanya bertanggung jawab kepada orang banyak. Harian Inggris ini sering disebut The Times of London untuk Membedakannya dari surat kabar dengan nama yang sama di negara-negara lain. The Times pertama kali terbit pada tahun 1785 di „London, Inggris, setelah meninggalkan namanya yang lama, Daily Universal Register. Edisi Minggunya, Tfre Sunday Times, terbit pada tahun 1822.

adsense-fallback

Dengan membonceng kejayaan kolonialisme Inggris pada pertengahan abad kS-19, The Times sempat menjadi surat kabar yang dibaca di hampir setiap sudut dunia. Walaupun kini tidak lagi tersebar luas seperti waktu itu, koran ini tetap dipandang dengan penuh respek oleh para pengambil keputusan di banyak negara. The. Times adalah surat kabar tertua di antara koran-koran Inggris yang kini masih terbit.

Sebagian besar dari 28 sampai 40 halaman The Times setiap hari terbitnya disediakan untuk berita- berita politik dan ekonomi, baik tentang Inggris maupun tentang negara lain. Berita, laporan dan ulasan- ulasannya tentang sidang-sidang parlemen Inggris sangat digemari dan dijadikan rujukan oleh banyak politikus dan kalangan bisnis. Gaya penyajiannya pada masa kini dianggap paling prima, terutama dalam kedalaman dan kejelasan. The Times membutuhkan orang sekaliber William Ress-Mogg, pengelolanya pada tahun 1967 sampai 1981, untuk mencapai tingkatan seperti sekarang ini.

Namun kehandalan para wartawannya tidak mampu mencegah kerepotan dalam manajemen dan pemasaran. Dari tiras sebesar 450.000 pada tahun 1960-an, surat kabar ini terjerembap sampai ke angka 284.000 pada tahun 1978. Ress-Mogg yang sukses di bidang keredaksian juga tak mampu memenangkan simpati serikat pekerja.

Setelah dilanda pemogokan berkali-kali, surat kabar ini akhirnya dianggap merugi dan dijual oleh pemiliknya, The International Thomson Organization, pada bulan Februari 1981. Pembeli dan pemilik utamanya sampai kini adalah si Raja Pers Amerika Serikat kelahiran Australia, Rupert Murdoch. Ia membayar 27,3 juta dolar AS untuk The Times dan mingguannya The Sunday Times. Perubahan pemilikan ini tidak mempengaruhi warna ideologis surat kabar yang sejak awal dianggap koran konservatif ini.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback