Advertisement

Sebuah dwimingguan yang diterbitkan oleh kaum nasionalis yang netral dalam agama pada tahun 1927. Majalah ini dipimpin oleh Wedioningrat dan Singgih. Dalam salah satu artikelnya sekitar bulan Februari-Maret 1927, majalah ini secara samar-samar menuduh bahwa keikutsertaan H. Agus Salim dalam organisasi Sarekat Islam (SI) telah menyeret organisasi ini menjadi partai “pendeta”, yang mengesampingkan kepentingan sosial dan ekonomi rakyat untuk persoalan agama. Artikel ini mengakibatkan munculnya protes keras, tidak saja dari H. Agus Salim melainkan juga dari tokoh-tokoh SI yang lain, sehingga menimbulkan keretakan antara SI dan para pengurus majalah Timboel.

Advertisement
Advertisement