Advertisement

Yang secara salah kaprah sering disebut timah hitam, adalah unsur berupa logam kelabu kebiruan dan berat. Logam ini termasuk kelompok sembilan logam yang telah dikenal lama. Ribuan tahun yang lalu manusia telah menggunakannya untuk bahan bangunan, tembikar, dan benda lain. Dewasa ini timbel penting bagi banyak industri yang menghasilkan bahan kimia, energi nuklir, dan minyak bumi. Timbel mudah ditempa dan ditarik menjadi kawat. Logam ini tahan terhadap air dan asam sulfat karena terlindung oleh lapisan oksida tipis maupun PbS04- Timbel tidak menghantarkan listrik dengan baik. Unsur dengan no-mor atom 82, massa atom relatif 207,19 dan lambang kimia Pb (dari nama Latin plumbum) ini meleleh pada 327,5°C dan mendidih pada 1740°C. Rapatan timbel 11,35 gram per sentimeter kubik. Terdapat sejumlah isotop timbel, dengan nomor massa 194 sampai 214. Timbel alamiah terdiri atas Pb-208 (52,3 persen), Pb- 206 (23,6 persen), Pb-207 (22,6 persen), dan Pb-204 (1,5 persen).

Meskipun banyak faedahnya timbel juga berbahaya. Bila menumpuk terlalu banyak dalam tubuh, unsur ini dapat menimbulkan keracunan timbel; keracunan mi diderita banyak buruh dalam pengilangan dan pabrik karena uap atau debu timbel.

Advertisement

Karena kebutuhan akan timbel (4,75 juta ton) melebihi kuantitas yang dapat ditambang (3,75 juta ton), maka dilakukan daur ulang. P osesnya relatif gampang karena timbel tahan korosi dan timbel cair mudah dipisahkan dari logam-logam lain.

Timbel murni lunak dan tidak kuat. Aliase dengan timah dan stibium akan memperkuat timbel. Timbel juga bersenyawa dengan klor, oksigen, dan banyak unsur lain, dengan menghasilkan senyawa yang berguna. Galena adalah timbel sulfida.

Penggunaan terbesar timbel adalah dalam pembuatan aki. Aki menggunakan lempeng spons timbel dan timbel dioksida serta aliase timbel – stibium. Penggunaan terbanyak kedua adalah untuk membuat tetraetiltimbel, peramu bensin agar penampilan motor bakarnya meningkat. Namun gas buangnya akan mencemari lingkungan.

Selanjutnya timbel digunakan untuk membuat cat dan zat warna, bahan peledak, insektisida dan produk karet. Aliase timbel tahan korosi dan kelembapan. Aliase timbel – timah digunakan untuk solder. Bantalan mesin besar terbuat dari logam babbitt, suatu aliase timbel. Dalam cetak-mencetak digunakan timbel yang telah dialiase bersama timah dan stibium. Timbel juga digunakan untuk menutupi kabel untuk telepon dan telegraf. Untuk itu timbel dialiase dengan arsen (0,1 -0,2 persen), bismut (0,07-0,2 persen), dan timah (0,05 – 0,25 persen).

Karena rapatannya yang tinggi timbel digunakan sebagai peluru. Untuk itu digunakan kawat timbel, yang dipotong-potong kemudian dibentuk sesuai dengan jaketnya. Potongan dimasukkan ke dalam jaket lalu dilelehkan sehingga bersatu dengan jaket itu. Lempeng tebal timbel digunakan untuk perisai terhadap radiasi sinar-X dan pancaran radioaktif lain.

Senyawa timbel yang banyak digunakan adalah PbO (litharge), tetraetiltimbel, meni (Pb^04). timbel silikat (untuk industri keramik). Litharge digunakan dalam pembuatan aki, dalam pembuatan tembikar (dalam lapisan glasirnya), dalam berbagai pigmen, dalam industri karet, dan sebagai katalis (polimerisasi asam lemak dalam minyak yang digunakan dalam pernis).

Keracunan timbel terjadi karena orang menghirup atau mencerna partikel timbel. Timbel mengganggu pembentukan butir darah merah dan dapat merusak otak, ginjal, hati, dan organ lain. Korban keracunan merasakan gejala letih, pening, kejang perut dan gejala lain. Sumber pencemaran timbel antara lain gas buang mobil dan asap serta debu industri. Cat bangunan tua mungkin mengandung timbel. Serpihan cat semacam ini dan meni dapat mencemari makanan.

Proses untuk memperoleh timbel dari bijihnya terdiri atas; ‘pemekatan’ bijih (dari 2 ke 20 persen timbel), pemanggangan (untuk mengusir belerang, selen, dan arsen), peleburan (di sini oksida timbel direduksi dengan kokas menjadi timbel yang belum murni), dan akhirnya pemurnian. Mineral utama adalah galena suatu timbel sulfida, yang bercampur dengan sedikit tembaga, emas, perak, dan zink. Dengan proses pengapungan bijih timbel dipisahkan dari debu dan batuan. Kemudian bijih itu dipanggang dengan banyak udara dan panas tinggi, sehingga diperoleh bongkahan keras timbel oksida. Oksida ini dicampur dengan kokas dan diumpankan ke dalam tanur tiup. Dalam tanur ini akan diperoleh timbel cair, yang masih mengandung tembaga, emas, dan perak. Ketika sedikit mendingin tembaga akan mengapung sehingga dapat digaru keluar. Sesudah itu ditambahkan zink. Emas dan perak lebih larut dalam zink cair daripada dalam timbel cair.

 

Advertisement