Advertisement

Suatu obat antibiotika yang dapat berupa senyawa dengan inti tetrasiklik, seperti tetrasiklina, oksitetrasiklina, klortetrasiklina, demeklosi- klina, doksisiklina, minosiklina; atau berupa garam tetrasiklina, seperti tetrasiklina-HCl. Di tahun enam puluhan, tetrasiklina-HCI merupakan obat utama untuk mengatasi infeksi saluran napas, saluran cerna dan kulit, baik pada anak maupun orang dewasa. Setelah sekitar lima tahun digunakan secara luas, banyak dilaporkan terjadinya kerusakan gigi berupa kerapuhan dan perubahan warna menjadi kuning-ke- cokelatan akibat penggunaan obat ini. Selain itu, tetrasiklina sebagai bubuk merupakan obat yang tidak stabil, apalagi sebagai larutan. Bila terpapar panas dan kelembapan, obat ini akan terurai menjadi epianhi- drotetrasiklina yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal. Antibiotika tetrasiklina bersifat merangsang saluran cerna sehingga dapat menyebabkan mual, muntah, dan diare.

Dengan tersedianya obat yang lebih efektif dan aman, dewasa ini tetrasiklina hanya digunakan sebagai antibiotika pilihan kedua atau ketiga dalam pengobatan penyakit infeksi oleh kuman yang sens terhadapnya. Untuk pengobatan trakhoma, tetrasikli na masih merupakan obat terpilih. Oksitetrasikhna diisolasi dari Streptomyces rimosus, yang efektivitas dan keamanannya dapat dikatakan identik dengan te. trasiklina-HCI. Antibiotika golongan tetrasiklina yang pertama ditemukan ialah klortetrasiklina yang diisolasi dari S. aureofaciens. Tetrasiklina kemudian disintesis secara semi-sintetis berupa basa yang sukar larut; sedangkan yang dalam bentuk garam natrium atau klorida bersifat mudah larut. Senyawa ini stabil dalam bentuk kering dan tidak terkena sinar matahari sedangkan dalam bentuk larutan bersifat tidak stabil’ Doksisiklina, yang rumus bangunnya sangat mirip tetrasiklina, mempunyai potensi iima kali lebih kuat dari tetrasiklina. Antibiotika ini kurang menyebabkan kerusakan gigi, tetapi lebih iritatif terhadap lambung dibandingkan dengan tetrasiklina-HCI.

Advertisement

 

Advertisement