PENGERTIAN TETES

adsense-fallback

Suatu kelompok burung anggota alap-alapan yang berparuh kuat dan berkuku tajam. Habitatnya tepi hutan, padang rumput, dan rawa, serta tepi sungai sebagai tempat untuk beristirahat dan bersarang. Pada siang hari burung ini mencari pakan dengan cara berburu mangsa. Mulanya tetes melayang-layang di udara. Apabila di bawah tampak gerakan mangsa, burung ini akan segera menukik tanpa mengeluarkan suara sedikit pun, karena mempunyai bulu-bui” halus. Mangsanya ditangkap dengan cara mencengkeramkan kukunya yang tajam sambil mematuk- matukkan paruhnya ke mangsa, lalu membawanya terbang. Pakannya mamalia kecil, burung kecil, ular, ikan, dan reptilia. Pada musim berkembang biak, tetes hidup berpasangan. Pasangan burung ini bergantian menyusun sarang yang berbentuk bulat dan lebar. Sarangnya yang dibuat di puncak pohon besar tersusun dari ranting kering yang diambil di tepi hutan. Burung jantan dan betinanya bergantian mengerami telur dan mengasuh anak selama beberapa minggu sampai si anak dapat mencari pakan sendiri.

adsense-fallback

Tetes Loreng mempunyai panjang tubuh 41-45 sentimeter. Bulu penutup tubuh bagian atasnya berwarna loreng, cokelat tua dan hitam, sedangkan bulu lehernya abu-abu. Bulu penutup tubuh bagian bawahnya berwarna loreng, cokelat muda dengan garis-garis hitam, sedangkan bulu sayap dan ekor bagian bawahnya berwarna loreng abu-abu dan hitam. Bulu mahkotanya panjang berwarna hitam keabu- abuan. Warna iris matanya kuning, kakinya kuning muda, dan paruhnya abu- abu.

Di Indonesia, tetes loreng tersebar di Irian, Maluku (Am-bon, Kei, Doi, Buru, Morotai, dan Obi), serta Nusa Tenggara Timur (Sumba).

Tetes loreng

Tetes Lurik mempunyai panjang tubuh 40 – 48 sentimeter dan lebar sayap 30 – 36 sentimeter. Warna bulu penutup tubuh bagian atasnya cokelat tua dan penutup tubuh bagian bawahnya lurik cokelat dan putih. Bulu sayap dari ekor bagian bawahnya berwarna putih dengan garis melintang hitam. Bulu mahkotanya panjang dan berwarna lurik hitam dan putih. Iris matanya kuning, paruh bagian atasnya kehijau-hijauan, paruh bagian bawahnya abu-abu, kakinya kuning terang, dan kukunya hitam.

Daerah penyebarannya meliputi Sumatra, Kalimantan. Sulawesi, India Selatan, Himalaya Timur, Hainar Rlipina, Tenasserim, Thailand, Laos Selatan, dan Myanmar.

var dd_offset_from_content = 40;var dd_top_offset_from_content = 0;var dd_override_start_anchor_id = "";var dd_override_top_offset = "";

adsense-fallback