Advertisement

Adalah penyakit tetanus yang mengenai bayi baru lahir, dan sampai saat ini masih merupakan penyebab kematian utama pada bayi. Gejala khasnya adalah bayi sering kejang-kejang, tidak mau menyusu, dan mulutnya mencucu seperti ikan. Tubuhnya demam, tali pusatnya memerah dan sedikit membengkak akibat adanya infeksi. Penyakit yang umumnya berakhir dengan kematian ini terjadi akibat pemotongan atau perawatan tali pusat yang tidak steril, misalnya dengan menggunakan alat pemotong yang tidak direbus dulu atau memberi ramuan pada bekas potongan tali pusat.

Sekitar 60 – 80 persen persalinan yang terjadi di daerah pedesaan masih dilakukan oleh tenaga dukun bayi. Belum semua dukun bayi dilatih untuk dapat melakukan pertolongan persalinan yang bersih dan aman. Banyak di antaranya yang masih memotong tali pusat dengan memakai bambu yang tidak direbus dahulu. Kemudian potongan tali pusat bay: dibubuhi ramuan jejamuan, atau bahkan abu dapur. Hal tersebut memudahkan kuman tetanus, yang menyukai luka yang dalam dan kotor, berkembang biak.

Advertisement

Dalam mengatasi masalah ini, Departemen Kesehatan melakukan berbagai program yang bersifat pro- motif, preventif, dan kuratif. Di antaranya dilakukan kampanye dan pelayanan imunisasi TT (tetanus toksoid) bagi ibu hamil dan calon pengantin. Imunisasi TT ini memberikan kekebalan pada bayi yang diperolehnya melalui ibunya. Upaya pencegahan berikut-nya adalah melatih dukun bayi tentang cara menolong persalinan yang bersih dan aman, khususnya dalam pemotongan dan perawatan tali pusat.

Dalam rangka menekan angka kematian bayi yang disebabkan oleh tetanus neonatorum, telah dicanangkan pula upaya eliminasi tetanus neonatorum yang ditargetkan akan memberi hasil nyata pada akhir Pelita V. Untuk itu dilakukan kegiatan surveilans kasus tetanus neonatorum, yang dengan demikian semua kasus tetanus neonatorum yang ditemukan akan dilacak siapa penolong persalinannya dan bagaimana cara merawat tali pusatnya. Bila ditemukan orang yang diduga menyebabkan terjadinya infeksi pada tali pusat bayi, orang tersebut — baik dukun bayi maupun keluarga bayi- dibina agar mengerti cara pemotongan dan perawatan tali pusat yang benar. Dengan pembinaan tersebut diharapkan ia dapat melakukan tindakan yang benar di kemudian hari, dan dengan demikian setiap persalinan yang ditolongnya atau bayi yang dirawatnya akan terhindar dari infeksi oleh KUMAN tetanus.

Advertisement