Advertisement

Adalah kesaksian yang didengar dari orang lain, artinya kesaksian itu bukan sesuatu yang dialami sendiri oleh saksi. Misalnya suatu perbuatan hukum jual beli berupa jual beli antara A dan B diketahui oleh pihak ketiga. Kemudian pihak ketiga ini langsung menceritakan perbuatan hukum itu kepada seseorang lain. Seandainya seseorang ini tampil sebagai saksi dalam perkara (gugatan) tentang perbuatan hukum itu, kesaksiannya adalah bahwa ia mendengar dari pihak ketiga tadi bahwa telah terjadi perbuatan hukum jual beli antara A dan B. Kesaksian tentang testimonium de auditu ini tidak merupakan bukti, karena tidak berhubungan dengan peristiwa yang dialami sendiri dan karena itu kesaksian semacam ini tidak perlu dipertimbangkan oleh hakim.

Advertisement
Advertisement